- Istimewa
Tinjau SPKLU UID Lampung, Ali Masykur Musa Dorong Layanan Infrastruktur EV Makin Andal dan Dekat dengan Masyarakat
tvOnenews.com - Komisaris Independen PT PLN (Persero), Prof. KH. Ali Masykur Musa, melakukan kunjungan sekaligus silaturahmi ke Kantor PLN Unit Induk Distribusi Lampung, Sabtu (23/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Ali turut meninjau langsung fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU yang berada di lingkungan Kantor UID Lampung.
Kunjungan ini menjadi bagian dari perhatian PLN dalam memastikan kesiapan infrastruktur pendukung kendaraan listrik di berbagai daerah, termasuk di Lampung yang memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu gerbang utama mobilitas masyarakat di Pulau Sumatera.
Selain berdialog dengan jajaran manajemen dan pegawai PLN UID Lampung, Ali juga menyempatkan diri melihat langsung proses pengisian daya kendaraan listrik di SPKLU. Di lokasi, ia berbincang dengan salah satu pelanggan yang sedang melakukan pengisian daya kendaraan listriknya. Dialog berlangsung santai, membahas pengalaman penggunaan kendaraan listrik, kemudahan mengakses SPKLU, hingga harapan pelanggan terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik ke depan.
“Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan melihat langsung kesiapan SPKLU di Kantor PLN UID Lampung. Saya melihat bahwa PLN terus bergerak bukan hanya menjaga keandalan listrik, tetapi juga menyiapkan ekosistem kendaraan listrik yang semakin dibutuhkan masyarakat. Ini penting karena transisi energi harus terasa nyata, mudah diakses, dan memberi manfaat langsung bagi pelanggan,” tutur Ali Masykur Musa.
Ali Masykur Musa yang juga dikenal sebagai cendekiawan Islam, mengatakan, kehadiran SPKLU bukan sekadar fasilitas teknis pengisian daya. Lebih jauh, SPKLU merupakan bagian dari transformasi layanan PLN dalam mendukung perubahan perilaku masyarakat menuju penggunaan energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.
“SPKLU ini bukan hanya tempat mengisi daya kendaraan. Ini adalah simbol bahwa transisi energi sudah semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. PLN harus hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai penggerak perubahan menuju masa depan energi yang lebih bersih,” ujar Ali dalam keterangannya.
Menurut Ali, Lampung memiliki peran penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik karena menjadi jalur penghubung antara Sumatera dan Jawa. Mobilitas masyarakat, baik untuk perjalanan antar kota, logistik, maupun aktivitas harian, membutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan yang andal dan mudah diakses.
“Lampung ini sangat strategis. Banyak masyarakat melintas dari dan menuju Jawa, juga ada aktivitas ekonomi, pariwisata, dan logistik. Karena itu, kesiapan SPKLU di wilayah seperti Lampung menjadi sangat penting agar masyarakat semakin percaya diri menggunakan kendaraan listrik,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Ali juga memberikan apresiasi kepada jajaran PLN UID Lampung yang dinilai terus memperkuat layanan kepada pelanggan, baik melalui pelayanan distribusi kelistrikan maupun pengembangan layanan baru berbasis kebutuhan masyarakat modern. Ia menekankan bahwa transformasi PLN harus selalu berangkat dari kebutuhan pelanggan.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan manfaatnya. Kalau SPKLU mudah diakses, mudah digunakan, aman, dan pelayanannya baik, maka masyarakat akan semakin yakin bahwa kendaraan listrik adalah pilihan yang rasional dan nyaman,” ucapnya.
Ali juga menyoroti pentingnya edukasi publik dalam memperluas adopsi kendaraan listrik. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan informasi lebih jelas mengenai cara penggunaan SPKLU, estimasi waktu pengisian daya, biaya, keamanan kendaraan listrik, hingga dukungan aplikasi digital seperti PLN Mobile. Karena itu, ia mendorong agar PLN terus memperkuat komunikasi publik secara sederhana, praktis, dan mudah dipahami.
“Teknologinya sudah ada, infrastrukturnya terus dibangun. Maka tugas berikutnya adalah memastikan masyarakat paham, merasa aman, dan merasakan kemudahan. Edukasi menjadi kunci. Jangan sampai masyarakat menganggap kendaraan listrik itu rumit, padahal ketika dicoba, ternyata sangat praktis,” tutur Ali.
Di sela peninjauan, Ali tampak berdialog langsung dengan pelanggan pengguna kendaraan listrik yang sedang melakukan pengisian daya. Ia menanyakan pengalaman pelanggan selama menggunakan kendaraan listrik, termasuk kemudahan menemukan SPKLU dan kenyamanan proses pengisian daya.
“Saya tadi juga berbincang dengan pengguna kendaraan listrik yang sedang mengisi daya. Masukan seperti itu penting bagi PLN. Kita harus mendengar langsung pengalaman pelanggan: apakah mudah, apakah nyaman, apakah informasinya jelas. Karena pada akhirnya, keberhasilan layanan SPKLU tidak hanya diukur dari infrastrukturnya, tetapi dari kepuasan dan kepercayaan pelanggan,” jelas Ali.
Kepada pelanggan tersebut, Ali menyampaikan bahwa masukan dari pengguna merupakan hal penting bagi PLN. Pengalaman nyata pelanggan di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi agar layanan SPKLU semakin baik dari waktu ke waktu.
“Kami ingin mendengar langsung dari pengguna. Apa yang sudah baik harus dipertahankan, apa yang masih perlu ditingkatkan harus menjadi perhatian. Karena keberhasilan ekosistem kendaraan listrik sangat ditentukan oleh pengalaman pelanggan di lapangan,” ujar Ali.
Selain meninjau SPKLU, Ali juga mengikuti pertemuan bersama jajaran PLN UID Lampung. Dalam pertemuan itu, ia berdiskusi mengenai penguatan layanan, budaya kerja, transformasi organisasi, serta pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik di tengah perubahan kebutuhan masyarakat.
Ali menilai, PLN memiliki peran besar bukan hanya dalam menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga dalam mendorong perubahan sosial dan ekonomi melalui energi. Karena itu, setiap insan PLN di daerah perlu terus membangun kedekatan dengan masyarakat dan menghadirkan layanan yang humanis.
“PLN ini bukan hanya perusahaan listrik. PLN adalah bagian dari kehidupan masyarakat. Ketika listrik andal, ekonomi bergerak. Ketika layanan mudah, masyarakat terbantu. Ketika energi bersih dikembangkan, kita sedang menyiapkan masa depan yang lebih baik untuk generasi berikutnya,” katanya.
Sebagai cendekiawan Islam, Ali juga menekankan bahwa upaya mendorong energi bersih sejalan dengan nilai tanggung jawab manusia dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, transisi energi tidak hanya menyangkut teknologi, tetapi juga kesadaran moral untuk menjaga bumi.
“Dalam perspektif nilai, menjaga lingkungan adalah amanah. Maka ketika kita mendorong energi yang lebih bersih, mengurangi emisi, dan membangun sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan, itu bukan hanya agenda korporasi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kemanusiaan,” ujarnya.
Ali berharap SPKLU di Lampung dapat terus dioptimalkan, baik dari sisi kesiapan teknis, pelayanan, maupun edukasi kepada masyarakat. Ia juga mendorong PLN untuk terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas pengguna kendaraan listrik, pelaku usaha, dan masyarakat umum agar ekosistem kendaraan listrik semakin tumbuh.
“Transisi energi tidak bisa dikerjakan sendiri. Harus ada kolaborasi. PLN menyiapkan infrastruktur dan layanan, pemerintah memberikan dukungan kebijakan, masyarakat mulai membangun kebiasaan baru, dan pelaku usaha ikut menggerakkan ekosistem. Kalau ini berjalan bersama, kendaraan listrik akan semakin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia,” kata Ali.
Kunjungan ke SPKLU UID Lampung tersebut menjadi salah satu momentum untuk melihat secara langsung bagaimana transformasi energi dijalankan di tingkat daerah. Dari ruang rapat hingga area pengisian daya kendaraan listrik, pesan yang dibawa sama: PLN terus bergerak memperkuat layanan, menghadirkan energi yang lebih bersih, dan memastikan masyarakat menjadi pusat dari setiap transformasi.(chm)