- Miko
Jembatan Gantung Rusak, 2.000 Warga di Mukomuko Terisolasi, Ekonomi dan Pendidikan Lumpuh
“Kami sudah ajukan ke Dandim, tentu saja masih menunggu apakah permohonan diterima atau tidak,” kata Asril.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, mengatakan jembatan tersebut telah berusia puluhan tahun dan rutin mengalami kerusakan.
“Itu jembatan sudah puluhan tahun. Kerusakan memang banyak terjadi, ditambah masyarakat juga semakin banyak menggunakan untuk mengangkut hasil pertanian seperti sawit dan padi, sehingga beban jembatan semakin berat,” tegas Apriansyah.
Menurut Apriansyah, pihaknya menyiapkan dua skema rehabilitasi. Pertama, mengusulkan perbaikan melalui Program Jembatan Garuda TNI. Kedua, mengajukan pembangunan jembatan ke DPR RI agar masuk dalam skala prioritas tahun 2027.
“Dua skema ajuan kami lakukan ke TNI dan DPR RI. Semoga ada yang disetujui. Ajuan tersebut meliputi perbaikan jembatan dan jalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dokumen administrasi dan kajian teknis pembangunan jembatan telah diserahkan kepada pihak terkait untuk mendukung proses pengajuan.
Apriansyah menegaskan, jembatan tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat karena menjadi akses utama bagi sekitar 2.000 warga, 600 hektare sawah, serta ribuan hektare perkebunan sawit.
“Kami berharap usulan kami diterima agar pembangunan jembatan yang dinantikan masyarakat dapat terealisasi,” katanya.
Saat ini, Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko tengah melakukan perbaikan darurat.
“Perbaikan darurat sedang kami lakukan saat ini. Kami mohon masyarakat dapat bersabar karena belum dapat memanfaatkan jembatan sementara,” pungkas Apriansyah.