news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dokumentasi.
Sumber :
  • Istimewa

Narkoba, Penyebab Sawit Rakyat di Sumut Rentan Pencurian Terorganisir Disertai Kekerasan

Keluhan tentang maraknya pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit masih sering terdengar di berbagai sentra perkebunan, termasuk di Sumatera Utara. Tidak hanya kebun perusahaan, petani kecil pun tak luput menjadi sasaran. Pencurian bahkan disebut dilakukan secara terorganisir dan disertai ancaman kekerasan menggunakan senjata.
Minggu, 21 Juni 2026 - 15:49 WIB
Reporter:
Editor :

Medan, tvOnenews.com - Keluhan tentang maraknya pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit masih sering terdengar di berbagai sentra perkebunan, termasuk di Sumatera Utara. Tidak hanya kebun perusahaan, petani kecil pun tak luput menjadi sasaran. Pencurian bahkan disebut dilakukan secara terorganisir dan disertai ancaman kekerasan menggunakan senjata.

Peredaran narkoba diduga menjadi salah satu faktor utama yang memicu maraknya aksi pencurian tersebut.

Di sejumlah desa, aksi pencurian buah sawit menjelang masa panen rutin menjadi persoalan serius bagi masyarakat. Sebab, kondisi itu berdampak langsung terhadap kelangsungan hidup keluarga yang menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan.

Salah satu petani sawit yang merasakan dampaknya adalah Arman (54), warga Kabupaten Langkat. Kebun sawit miliknya yang tidak terlalu luas kerap menjadi sasaran pencurian, terutama menjelang jadwal panen.

Bagi keluarga Arman, setiap tandan buah yang hilang memiliki arti besar. Buah yang seharusnya menjadi sumber biaya pendidikan anak, kebutuhan rumah tangga, hingga modal perawatan kebun, justru berpindah tangan secara ilegal.

“Saya ini petani kecil. Produksi kebun tidak banyak. Jadi ketika buah yang sudah siap panen itu dicuri, dampaknya langsung terasa ke ekonomi keluarga. Pernah saya kesulitan membeli pupuk karena hasil panen berkurang, sementara kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi,” ujar Arman, Minggu (21/6/2026).

Menurut Arman, pola pencurian yang terjadi menunjukkan adanya keterlibatan kelompok terorganisir.

“Kalau lihat polanya, pencurinya terorganisir. Terkadang kalau kepergok mereka berani mengancam kami dengan senjata. Jadi ya menakutkan sekali,” katanya.

Pencurian TBS tidak hanya merugikan petani dalam jangka pendek. Kebun masyarakat juga ikut terdampak karena para pelaku kerap memanen secara serampangan sehingga memengaruhi produktivitas tanaman pada periode berikutnya.

“Dampaknya panjang. Tidak cuma rugi sekarang, sampai beberapa bulan ke depan hasil kebun kami juga terganggu karena pencuri tidak memanen sesuai standar,” sambung Arman.

Persoalan serupa juga dihadapi kebun negara yang dikelola PTPN IV PalmCo di berbagai wilayah Sumatera Utara. Luasnya areal perkebunan dan banyaknya akses masuk ke kawasan kebun menjadi celah bagi pelaku untuk melakukan pencurian.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
05:02
16:09
01:12
01:57
03:26

Viral