news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu..
Sumber :
  • tvOnenews/Syaren

Lantik 71 Kepala Sekolah, Bupati Masinton Pasaribu Tekankan Inovasi dan Berintegritas

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu melantik dan mengambil sumpah janji penugasan terhadap 71 guru fungsional sebagai Kepala Sekolah SD dan SMP. Pelantikan berlangsung di SMP Negeri 1 Sorkam Barat, Tapanuli Tengah, Jumat 10 Juli 2026.
Jumat, 10 Juli 2026 - 21:11 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu melantik dan mengambil sumpah janji penugasan terhadap 71 guru fungsional sebagai Kepala Sekolah SD dan SMP. Pelantikan berlangsung di SMP Negeri 1 Sorkam Barat, Tapanuli Tengah, Jumat 10 Juli 2026.

Bupati Masinton Pasaribu dalam amanatnya menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar penyerahan Surat Keputusan (SK) atau pemenuhan jabatan administratif semata.

"Jabatan Kepala Sekolah merupakan amanah kepemimpinan besar yang menuntut integritas, keteladanan, dedikasi, serta keberanian dalam mengambil keputusan demi kemajuan pendidikan," kata Masinton. 

Bupati juga meminta seluruh kepala sekolah agar meninggalkan pola kerja lama dan mulai menghadirkan inovasi baru.

Ia juga menjelaskan, bahwa pembentukan karakter dan moral (adab) peserta didik merupakan tugas utama seorang kepala sekolah.

"Ilmu pengetahuan yang tinggi akan kehilangan arah jika tidak dibarengi dengan fondasi karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman. Nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, gotong royong, serta budaya lokal Sahata Saoloan harus ditanamkan secara konsisten di lingkungan sekolah," tegas Bupati Masinton.

Masinton juga menyebut, menghadapi era disrupsi teknologi yang berkembang sangat cepat, kepala sekolah dituntut untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang adaptif. 

Para kepala sekolah juga diminta untuk membimbing para guru agar terus meningkatkan kompetensi, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.

"Setiap ruang kelas harus bertransformasi menjadi tempat belajar yang menyenangkan serta memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam hak pendidikan," pinta Bupati Masinton.

Dalam amanatnya, Masinton juga minta perhatian kepada para kepala sekolah yang dilantik agar memperhatikan secara khusus sektor kebersihan lingkungan sekolah.

'Kita menargetkan seluruh sekolah menjadi bersih, hijau, sehat, dan nyaman dalam 100 hari ke depan. Terlebih sebagai daerah rawan bencana, anak-anak sejak dini harus dikenalkan pada pentingnya menjaga kelestarian alam sekitar. Kebersihan seluruh fasilitas, termasuk toilet sekolah, dinilai mencerminkan kualitas kepemimpinan kepala sekolah tersebut," ujarnya.

Bupati juga minta untuk mendorong budaya bersih di sekolah, dan akan mengadakan lomba sekolah bersih dengan berbagai penghargaan menarik, serta mengajak pihak sekolah memperbanyak penghijauan lewat penanaman pohon dan pembuatan taman.

Gerakan ini diharapkan melibatkan kolaborasi aktif dari guru, peserta didik, komite sekolah, hingga masyarakat sekitar. Selanjutnya, terkait aspek tata kelola keuangan, Bupati Tapteng memberikan peringatan keras agar tidak ada penyalahgunaan wewenang maupun praktik pungutan liar. 

Segala bentuk pemotongan anggaran atau pungutan yang mengatasnamakan kepala daerah atau pejabat dipastikan sudah berakhir. Para kepala sekolah diminta menjadi pemimpin yang tulus melayani, ramah, terbuka, serta mampu memberikan energi positif.

Secara khusus, Bupati menginstruksikan agar Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dikelola secara otonom, transparan, dan bertanggung jawab. Dana tersebut sepenuhnya dialokasikan untuk merawat fasilitas sekolah, menjaga kebersihan, serta melengkapi sarana belajar siswa. Masinton Pasaribu menegaskan komitmennya menghentikan praktik pemotongan Dana BOS yang kerap menghambat pembangunan fisik sekolah.

Sebagai langkah konkret, Bupati Masinton Pasaribu menetapkan target capaian yang wajib dituangkan dalam rencana aksi 100 hari pertama oleh masing-masing kepala sekolah. 

Target tersebut meliputi pelaksanaan gerakan membaca 15 menit sebelum jam pelajaran untuk meningkatkan literasi, serta perwujudan sekolah ramah anak yang aman dari perundungan (bullying), kekerasan, maupun tindakan diskriminasi.

"Keberhasilan seorang kepala sekolah diukur dari perubahan nyata yang diwujudkan di lapangan, bukan dari lamanya masa menjabat. Dinas Pendidikan bersama Pengawas Sekolah akan melakukan evaluasi berkala secara langsung ke lapangan demi memantau perkembangan Rencana Aksi tersebut. Ia mengajak seluruh kepala sekolah bersatu membangun masa depan generasi Tapanuli Tengah yang cerdas dan berkarakter mulia," Masinton Pasaribu menambahkan.(syr/chm)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:58
06:13
07:04
05:40
01:08
07:17

Viral