news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Minyakita..
Sumber :
  • Kurnia

Minyakita Langka di Kepri, Dijual hingga Rp18 Ribu per Liter, YLPK Soroti Dugaan Penyimpangan Distribusi

Di tingkat pengecer, Minyakita masih dijual hingga Rp18.000 per liter. Kondisi ini diakui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri yang menyebut masih menemukan pedagang menjual Minyakita di atas HET.
Senin, 13 Juli 2026 - 11:55 WIB
Reporter:
Editor :

Ketua YLPK Mitra Konsumen Kepri, Rian Hidayat, menduga terdapat indikasi penyimpangan dalam rantai distribusi minyak goreng bersubsidi tersebut. Pihaknya akan mengumpulkan data dan meminta klarifikasi kepada Bulog, perusahaan penyalur, hingga pemerintah daerah untuk memastikan penyebab kelangkaan.

“Kami akan menyurati Bulog, perusahaan swasta, hingga pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi. Kalau nanti data sudah lengkap dan memang ditemukan indikasi kecurangan terkait distribusi maupun pengawasan, kami akan meminta pejabat yang bertanggung jawab dievaluasi,” kata Rian.

Menurutnya, masyarakat mulai mempertanyakan keberadaan Minyakita yang secara kuota seharusnya tersedia di daerah, namun sulit ditemukan di pasaran.

“Ketika kuota Minyakita itu masuk, tetapi tidak ada di masyarakat. Pertanyaannya, siapa yang mengetahui barang itu dibuka? Jangan-jangan dipindahkan ke merek lain atau dioplos ke tempat lain. Dugaan seperti itu yang muncul di masyarakat,” ujarnya.

Rian menilai lemahnya pengawasan berpotensi membuka ruang terjadinya penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi. Bahkan, ia menduga Minyakita dapat dialihkan kepada pihak yang memberikan keuntungan lebih besar dibandingkan dijual kepada masyarakat sesuai HET.

“Barang yang seharusnya dijual kepada masyarakat dengan harga murah justru diduga dialihkan menjadi produk lain atau dijual ke pihak yang memberikan keuntungan lebih besar. Kalau benar seperti itu, tentu sangat merugikan masyarakat,” tegasnya.

YLPK juga meminta Disperindag memperketat pengawasan distribusi Minyakita di seluruh wilayah Kepulauan Riau agar kuota yang telah ditetapkan benar-benar sampai kepada masyarakat.

“Kalau kuotanya sudah ditentukan, harus dipastikan barang itu benar-benar sampai ke masyarakat. Jangan sampai dialihkan ke daerah lain atau disalahgunakan demi mencari keuntungan,” pungkasnya. (ksh/nof)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:04
01:06
09:51
01:53
08:03
09:58

Viral