news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ekspedisi Hutan Merdeka Bentangkan Spanduk Raksasa di Jembatan Trikora Batang Toru.
Sumber :
  • istimewa

Ekspedisi Hutan Merdeka Bentangkan Spanduk Raksasa di Jembatan Trikora Batang Toru

Spanduk raksasa bertuliskan “No Second Home, Restore their Forest” terbentang di Jembatan Trikora, Batang Toru, Sumatera Utara (19/08/2026). Pemasangan spanduk
Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:23 WIB
Reporter:
Editor :

Medan, tvOnenews.com - Spanduk raksasa bertuliskan “No Second Home, Restore their Forest” terbentang di Jembatan Trikora, Batang Toru, Sumatera Utara (19/08/2026). Pemasangan spanduk raksasa dilakukan dalam rangka memperingati Hari Orangutan Internasional sekaligus titik akhir perjalanan Tim Ekspedisi Hutan Merdeka

Pembentangan spanduk raksasa diikuti dengan aksi damai untuk menyerukan penyelamatan hutan dan Orangutan, khususnya Orangutan Tapanuli.

Ekspedisi Hutan Merdeka merupakan perjalanan bersepeda lebih dari 1.700 km dari Jakarta menuju Batang Toru yang diinisiasi oleh Satya Bumi. 

Perjalanan ini bertujuan meningkatkan kepedulian publik terhadap perlindungan Ekosistem Batang Toru dan Orangutan Tapanuli dengan cara yang populer. Selain itu, Ekspedisi Hutan Merdeka juga menyerukan pemulihan lingkungan hidup Aceh dan Sumatera, tepat di Hari Orangutan Internasional.

“Hari ini kita memperingati Hari Orangutan Internasional, kenapa ini penting bagi kita orang Indonesia, karena orangutan hanya ada di Indonesia. Ia merupakan spesies yang sangat mirip dengan manusia. Keberadaan orangutan adalah indikator apakah hutan tempat dia tinggal masih baik atau tidak. Ketika orangutan punah, maka hutan juga terancam. Apa yang kita suarakan di sini bukan hanya perlindungan orangutan, tapi juga perlindungan terhadap hutan dan seluruh masyarakat di sekitarnya,” ujar Direktur Eksekutif Satya Bumi, Andi Muttaqien.

Pada November 2025, Kecamatan Batang Toru menjadi salah satu episentrum bencana banjir dan tanah longsor. 

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 34 korban jiwa dan ribuan orang terdampak banjir bandang di Batang Toru. 

Tidak hanya korban manusia, laporan terbaru memperkirakan ada 58 individu Orangutan Tapanuli yang tewas. Jumlah tersebut setara dengan penurunan 7% populasi satwa yang terancam punah dalam waktu yang sangat singkat.

Ekosistem Batang Toru merupakan satu-satunya tempat tinggal Orangutan Tapanuli yang luas wilayahnya terus tergerus pembangunan dan industri, salah duanya adalah Tambang Emas Martabe dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru. 

Satya Bumi mencatat, hingga 2024, ekspansi lahan yang dilakukan oleh PLTA mencapai 535,25 ha, dan per tahun 2025, total ekspansi akibat pertambangan emas mencapai 603,21 ha. Area tersebut masuk ke Blok Barat Ekosistem Batang Toru yang merupakan habitat Orangutan Tapanuli. 

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:17
05:07
01:30
06:26
01:12
01:16

Viral