news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Konferensi pers Kompolnas di Polrestabes Medan pada Rabu, 23 September 2026..
Sumber :
  • Istimewa

Kompolnas Ungkap Hasil Pendalaman terkait Kematian Winda Lorenza: Tak Ada Tanda Kekerasan

Usai mendalami kematian Winda Lorenza yang ditemukan dengan luka tembak di kepala, Kompolnas mengungkap hasil pemeriksaan tak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.
Rabu, 23 September 2026 - 18:10 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turut mendalami penyebab kematian Winda Lorenza yang ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di kepala. Dari hasil pendalaman, Kompolnas memastikan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh mantan istri Brigadir IH tersebut.

Komisioner Kompolnas Choirul Anam menyampaikan hasil pendalaman itu kepada wartawan di Polrestabes Medan, Rabu (23/9/2026) sore. Ia menyebut, sejumlah luka pada tubuh korban yang sempat menjadi perhatian publik dan memicu perdebatan dipastikan bukan akibat tindak kekerasan.

“Luka di matanya itu karena pendarahan akibat tembakan di kepala, karena kalau karena benturan otomatis pupil mata atau bola mata juga memar atau ada kemerahan, sedangkan bola mata korban ini tetap putih bersih,” ungkap Choirul Anam.

Selain kondisi pada bagian mata, Choirul Anam turut memeriksa dugaan luka tusuk serta memar di sejumlah bagian tubuh Winda Lorenza.

Ia juga menjelaskan adanya jahitan pada tubuh korban. Menurutnya, jahitan tersebut bukan bekas luka akibat benda tajam, melainkan bagian dari proses autopsi.

“Kami melihat foto setelah korban diautopsi dan sebelum korban diautopsi. Foto sebelum diautopsi bersih tanpa adanya luka jahitan atau karena benda tajam lainnya, sedangkan setelah diautopsi ada jahitan autopsi. Kami juga melihat foto saat korban masih di dalam kantong jenazah sebelum dilakukan tindakan autopsi,” tambah Choirul Anam.

Winda Lorenza Gowasa (35) merupakan mantan istri seorang anggota Polri di Medan. Ia ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di kepala pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Kompolnas menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan luka tembak di kepala menjadi penyebab kematian korban. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, tembakan tersebut disebut berasal dari korban sendiri.

“Kami periksa senjatanya, penggunaan peluru dengan senjatanya sama, identik peluru yang digunakan dengan sidik jari identik. Jelaga atau residu mesiu itu ditemukan dimana saja, dan semua penjelasan itu masuk logika,” pungkas Choirul Anam. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
05:10
03:00
05:01
06:41
06:14

Viral