news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Toleransi Saja Tak Cukup, Mengapa Partisipasi Pemuda Penting untuk Merawat Keberagaman di Daerah?.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Toleransi Saja Tak Cukup, Mengapa Partisipasi Pemuda Penting untuk Merawat Keberagaman di Daerah?

Merawat keberagaman membutuhkan lebih dari sekadar toleransi. Partisipasi pemuda melalui kegiatan sosial dan kolaborasi dapat memperkuat kerukunan masyarakat
Jumat, 25 September 2026 - 22:50 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Keberagaman tidak selalu menjadi persoalan ketika masyarakat mampu hidup berdampingan. Tantangan yang lebih besar justru muncul ketika perbedaan belum diikuti kesempatan untuk bekerja sama, menyampaikan aspirasi, dan terlibat dalam kehidupan sosial. 

Karena itu, menjaga kerukunan tidak cukup hanya dengan menghindari konflik. Masyarakat juga membutuhkan ruang untuk membangun hubungan yang setara melalui kegiatan bersama.

Di Indonesia, upaya tersebut masih relevan untuk terus diperkuat. Kementerian Agama mencatat Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 mencapai 77,89, menjadi angka tertinggi sejak pengukuran dimulai pada 2015. 

Meski menunjukkan perkembangan positif, capaian ini tetap perlu dibaca bersama indikator pembentuknya. Dimensi toleransi tercatat 88,82, kesetaraan 79,35, sedangkan kebersamaan berada di angka 65,49. 

Data tersebut menunjukkan bahwa sikap menerima perbedaan perlu berjalan beriringan dengan upaya memperluas interaksi dan kolaborasi antarkelompok.

Di tengah situasi tersebut, generasi muda memiliki posisi strategis. Mereka tidak hanya menjadi kelompok yang akan mewarisi kondisi sosial pada masa depan, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam membentuknya sejak sekarang. 

Melalui pendidikan, kegiatan komunitas, kerja sukarela, hingga program pemberdayaan masyarakat, anak muda dapat membangun hubungan lintas latar belakang sekaligus merespons persoalan di lingkungan sekitarnya.

Kerukunan Membutuhkan Kerja Bersama, Bukan Sekadar Sikap Toleran

Toleransi merupakan fondasi penting dalam masyarakat majemuk. Namun, kehidupan yang rukun membutuhkan lebih dari kesediaan untuk menghormati keyakinan atau pandangan orang lain. Hubungan sosial juga perlu dibangun melalui pengalaman bekerja sama, berdialog, dan menyelesaikan persoalan yang menjadi kepentingan bersama.

Angka kebersamaan dalam IKUB 2025 yang lebih rendah dibandingkan dimensi toleransi dan kesetaraan dapat menjadi salah satu bahan refleksi. Perbedaan skor tersebut tidak serta-merta menjelaskan penyebabnya, tetapi memperlihatkan bahwa aspek kebersamaan layak mendapat perhatian lebih dalam upaya memperkuat kerukunan.

Dalam praktik sehari-hari, kerja bersama bisa diwujudkan melalui kegiatan yang dekat dengan kebutuhan warga. Misalnya, program pendidikan bagi anak-anak, penanganan persoalan lingkungan, pendampingan usaha kecil, kegiatan kebencanaan, atau pelayanan sosial. 

Ketika warga dari latar belakang berbeda terlibat dalam tujuan yang sama, hubungan sosial dapat tumbuh melalui interaksi yang nyata.

Berita Terkait

1
2 3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral