news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tiga kakak beradik menceritakan suasana dalam video amatir yang viral saat terjebak banjir bandang di Solok, Sumatera Barat.
Sumber :
  • tvOneNews

Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video peristiwa tradis dialami tiga kakak beradik saat panik berteriak ketika rumah diterjang banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Sabtu, 26 September 2026 - 14:33 WIB
Reporter:
Editor :

Solok, tvOnenews.com - Video peristiwa tragis dialami tiga kakak beradik viral di media sosial. Mereka terlihat berjuang melawan maut saat rumah dihantam banjir bandang di Solok, Sumatera Barat pada Senin (21/9/2026) malam.

Tiga kakak beradik perempuan tersebut bernama Naila (16), Saren (12), dan Akira (9). Video amatir mereka panik saat banjir bandang disertai galodo menghantam rumahnya beredar luas di media sosial.

Dilihat tvOnenews.com dari video viral di media sosial, Sabtu (26/9/2026), Naila sang kakak terekam panik. Pasalnya, kedua orang tua mereka sedang tidak berada di rumah saat banjir bandang menerjang rumah mereka.

Kedua orang tuanya saat itu tengah menjenguk keluarga yang sakit di Lubuk Selasih di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

"Airnya masuk nih. Tolong aku Ya Allah. Tolong," ucap Naila.

Kedua adiknya pun ikut berteriak. Hal ini membuat anak sulung tersebut berusaha untuk menenangkan Saren dan Akira.

Ketiganya pun hanya bisa menunjukkan kepanikan dan pasrah sambil melantunkan doa dari atas kursi sofa yang telah disusun lebih tinggi.

Pasalnya air bercampur lumpur hingga material galodo saat itu terus masuk ke dalam rumahnya. Bahkan banjir bandang dari arah bukit kian merusak dinding kediaman mereka sehingga membuat suasana semakin mencekam.

Situasi ini membuat Naila berusaha untuk mengerahkan kedua orang tua mereka segera kembali ke rumah.

Ika Dian Wahyu Sari, ibu tiga kakak beradik itu membenarkan bahwa air bercampur tanah dan lumpur telah tinggi. Ia sempat diperingatkan agar tidak kembali ke rumah.

"Sampai di depan itu air bercampur tanah lumpur sudah tinggi. Saya sudah tidak diizinkan lagi sama masyarakat sekitar untuk masuk. Katanya, 'Bu, jangan ke atas karena rumah di atas ini sudah enggak ada lagi, sudah rata semua'," ujar Ika.

Namun, Ika mempercayai bahwa rumahnya masih belum rata. Hal ini membuat ia nekat mengevakuasi tiga anaknya dan telah ikhlas apabila meninggal dunia diterjang banjir bandang.

"Yang namanya feeling orang tua, saya tetap walaupun sudah ratau mau ingin lihat langsung supaya nanti enggak menyesal. Saya bilang, 'kalau mati ke sana, saya tetap harus ke sana'," tuturnya.

Ika mengatakan, suami kebetulan juga terlihat berusaha kembali ke rumah. Sang suami bahkan membawa satu orang untuk membantu proses evakuasi ketiga anaknya.

"Kemudian memang kita jalan dari arahsana sampai ke rumah itu lumpurnya masih gerak sama batu-batu sampai menerobos dapur yang sudah bolong," terangnya.

Ika dan suami terkejut melihat pintu dapur telah disekat atau ditutup oleh anak pertamanya menggunakan kursi. Naila bahkan sempat berteriak bahwa kedua orang tuanya mereka sulit masuk ke dalam rumah.

"Karena kita saking paniknya tapi sudah dengar mereka selamat itu rasanya Mashaallah. Allah Maha Baik. Kita tetap dobrak-dobrak pintu gitu karena enggak begitu fokus sama teriakan mereka. Sampai 10 menit berjuang, mereka berusaha berteriak, 'Mama, coba lewat depan'," jelasnya.

Hingga pada akhirnya, Ika dan suami berhasil mengeluarkan ketiga anaknya saat rumah mulai rusak parah.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

24:16
05:21
01:14
02:09
04:33
05:19

Viral