Sumber :
- Andri
Reaktivasi 248,5 Km Jalur Kereta Api Sumbar Ditargetkan Mulai Oktober 2026
Praktisi GIS sekaligus Pengamat Kebencanaan dan Tata Ruang Sumatera Barat, Timtim Deby Purnasebta, mengatakan rencana reaktivasi tersebut tidak semestinya hanya dilihat sebagai pembangunan kembali infrastruktur perkeretaapian. Menurutnya, reaktivasi rel perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi membangun konektivitas dan mengurangi ketergantungan terhadap satu koridor transportasi.
Rabu, 30 September 2026 - 15:02 WIB
Sebagaimana ditekankan Timtim Deby Purnasebta:
“Rel memang berada di atas tanah, tetapi ketahanannya ditentukan oleh ruang yang mengelilinginya. Yang perlu dihidupkan kembali bukan hanya rel kereta api, melainkan sebuah jaringan transportasi yang lebih terhubung, lebih terintegrasi, lebih adaptif terhadap perubahan ruang, dan lebih siap menghadapi gangguan serta bencana.”