news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dobrak Kesenjangan, Pemprovsu Hadirkan "AKSEN-NIAS", Percepat Pembangunan Kepulauan Nias..
Sumber :
  • tim tvOne/tim tvOne

Dobrak Kesenjangan, Pemprovsu Hadirkan "AKSEN-NIAS", Percepat Pembangunan Kepulauan Nias

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) meluncurkan inovasi AKSEN-NIAS (Aksen
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:43 WIB
Reporter:
Editor :

Medan, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) meluncurkan inovasi AKSEN-NIAS (Akselerasi Kebijakan dan Strategi Entaskan Ketertinggalan Nias). Langkah strategis ini dirancang untuk mendobrak ketertinggalan dan mempercepat pemerataan pembangunan di Kepulauan Nias.

Inovasi yang digagas Kepala Bapperida Sumut, Dikky Anugerah, dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II ini menggunakan pendekatan arsitektur perencanaan tematik kewilayahan. Tujuannya jelas, mengintegrasikan potensi dan kebutuhan lima daerah dalam satu kerangka kerja yang solid. 

Selama ini, kata Dikky, pembangunan di Kepulauan Nias kerap berjalan terfragmentasi atau sendiri-sendiri. Padahal, persoalan krusial seperti konektivitas, produktivitas ekonomi, hingga kemiskinan butuh penanganan lintas sektor yang saling terhubung.

Berdasarkan data makro, urgensi ini amat nyata. Tingkat Kemiskinan Nias mencapai 18,89 persen (jauh di atas rata-rata Sumut yang sebesar 8,26 persen). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 65,82 (di bawah rata-rata provinsi 74,89). Pertumbuhan Ekonomi tercatat sebesar 2,85 persen. 

Integrasi 5 Wilayah Saling Dukung dari Hulu ke Hilir.

Melalui AKSEN-NIAS, lanjut Dikky, Kepulauan Nias dipetakan sebagai satu kesatuan kawasan dengan pembagian fungsi yang jelas.

“Kabupaten Nias Utara sebagai sentra kelautan dan perikanan maritim, Kabupaten Nias Barat sebagai pusat pertanian tanaman pangan dan hortikultura, Kabupaten Nias Selatan sebagai pusat pariwisata dan pelestarian budaya, Kabupaten Nias sebagai pusat pertanian dan agribisnis, Kota Gunungsitoli sebagai simpul distribusi logistik dan jasa regional,” tegas Dikky.

Dengan kolaborasi model heptahelix, Bapperida Sumut bertindak sebagai pengintegrasi program agar rantai pasok dari produksi hingga distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran hingga ke pelosok desa.

Langkah besar ini, lanjut Dikky, mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, DPRD Sumut, serta lima kepala daerah se-Kepulauan Nias yang siap bersinergi.

“Sebagai aksi nyata jangka pendek, Bapperida Sumut telah menyiapkan sejumlah fondasi awal, di antaranya, peta zonasi strategis pembangunan kawasan Kepulauan Nias, basis data potensi komoditas unggulan wilayah, rencana pembangunan infrastruktur daerah afirmasi Kepulauan Nias (2026–2029),“ katanya lagi.

Melalui tata kelola yang terpadu dan berbasis data ini, AKSEN-NIAS diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen di atas kertas, tetapi menjadi motor penggerak nyata untuk mewujudkan Kepulauan Nias yang maju, mandiri, dan berdaya saing. (Tim tvOne/wna)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral