news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Nur Ismi (kiri) bersama kakak perempuannya (kanan) ditemui sesuai mengakses makan dan minum gratis yang disediakan oleh Warkop Perdjuangan, Senin (8/12/2025)..
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Warkop di Yogyakarta Sediakan Makan Gratis Serta Shelter dan Biaya Perpanjangan Kos bagi Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

Sebuah warung kopi (warkop) di Yogyakarta melakukan langkah solidaritas dengan memberikan program bantuan bagi mahasiswa asal Sumatera yang terdampak bencana alam di wilayah asalnya.
Selasa, 9 Desember 2025 - 08:24 WIB
Reporter:
Editor :

Sejak dirilis pada (6/12/2025) lalu, ada sekitar 11 mahasiswa yang mengantre untuk menggunakan fasilitas perpanjangan kos. Dari jumlah tersebut, ada lima mahasiswa yang sudah terkaver.

Terkait dengan program ketiganya, Krishna menyebut, sudah ada enam shelter kos yang sudah dinegosiasikan dengan si pemilik kos. Kebetulan para pemilik kos tersebut punya concern sosial yang sama dengannya untuk membantu para mahasiswa terdampak.

"Kita udah rundingan, mereka (pemilik kos) mau bantu untuk menampung mahasiswa terdampak dengan spesial price. Misalnya dari harga Rp 700 ribu didiskon jadi Rp 500 ribu. Terus yang Rp 500 ribu jadi Rp 300 ribu. Itu baru satu orang yang mendaftar," tuturnya.

Adapun, shelter kos tersebut berada di utara Amikom, barat UMY wilayah Kasihan, Deresan dan kawasan dekat Jogja City Mall. Dengan demikian, para mahasiswa tetap bisa bertahan selama menjalani masa pendidikannya 

Di lokasi yang sama, Nur Ismi selaku mahasiswi asal Langsa, Aceh mengetahui fasilitas makan minum gratis ini dari media sosial. Ia pun mengaku cukup terbantu dengan adanya program ini.

"Tahu di warung ini (Warkop Perdjuangan) ada program makan gratis dari internet, Instagram sama info-info dari teman. Jadi ya cukup terbantu," ucapnya.

Mahasiswi Universitas Cendekia Mitra Indonesia itu kemudian menceritakan kondisi mencekam yang melanda daerah asalnya tersebut. Bahkan, ia sempat putus hubungan dengan orang tuanya selama delapan hari.

"Cerita awal, tahu keadaan disana, ya pastinya sedih kepikiran orang tua enggak ada kabar sama sekali. (Lost contact) hampir 8 hari, baru ada kabar kemarin karena listrik juga nggak ada. Misal mau menghubungi orang tua memang nggak bisa, mau nelpon siapapun memang nggak ada," ucapnya.

Namun demikian, ia akhirnya bersyukur karena orang tuanya selamat dari bencana alam ini.

"Alhamdulillah (orang tua) selamat," ungkap Ismi dengan raut wajah bahagia. (scp/buz)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral