- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Massa Unjuk Rasa Laksanakan Salat Gaib di Depan Polda DIY untuk Korban Kekerasan Aparat
Sleman, tvOnenews.com - Di tengah aksi unjuk rasa di markas Polda DI Yogyakarta, sebagian massa menggelar salat gaib bagi korban kekerasan aparat, pada Selasa (24/2/2026) malam.
Sebelumnya, massa sempat mencorat-coret pagar depan Polda DI Yogyakarta dengan beragam tulisan bernada protes.
Aksi unjuk rasa kemudian memanas, massa mulai mendobrak pagar sisi timur Polda DI Yogyakarta hingga jebol. Juga terdengar dua kali ledakan.
Sekitar pukul 18.50 WIB, arus lalu lintas di kawasan Ringroad Utara terpantau tersendat. Arus dari arah barat dialihkan dan diminta berputar untuk menghindari titik kerumunan massa. Sementara, kendaraan dari arah timur menuju barat masih terpantau lancar.
Salah seorang perwakilan aksi, Yazi mengatakan, salat gaib yang dilaksanakan di ruas jalan Ringroad Utara atau depan Polda DI Yogyakarta untuk memanjatkan doa bagi para korban tewas akibat kejahatan aparat kepolisian.
Mulai dari Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa pada akhir Agustus 2025 lalu. Kemudian, mahasiswa Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama. Pun, pelajar MTs yang dianiaya oleh Bripda MS, anggota Brimob di Kota Tual, Maluku belum lama ini.
Serta, para korban yang menjadi korban represi dan ditangkap oleh polisi tanpa adanya kejelasan. Satu di antaranya Perdana Arie Putra Veriasa, mahasiswa UNY yang ditangkap saat ricuh di Polda DI Yogyakarta pada Agustus 2025 lalu.
Perdana Arie kemudian menjadi terdakwa perusakan tenda milik Polda dan baru dibebaskan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman dalam sidang vonis, Senin (23/2/2025) kemarin.
"Ini sebagai bentuk mendoakan mereka, semoga mereka tenang di alam sana dan semoga para polisi bisa sadar bahwa hal yang mereka lakukan adalah hal yang salah. Kita sebagai masyarakat berharap akan adanya reformasi polisi," kata Yazi ditemui disela aksi, Selasa (24/2/2026).
Dalam aksinya ini, massa juga berharap setidaknya aparat kepolisian bisa sadar bahwa mereka tidak bisa semena-mena terhadap rakyatnya. Menurutnya, polisi justru harus hadir sebagai garda pelindung bagi masyarakat.