GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hari Anti Tambang, Warga Pati Demo Tolak Tambang di Kawasan Pegunungan Kendeng

Ratusan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar aksi demonstrasi memperingati Hari Anti Tambang, Jumat (29/5/2026).
Jumat, 29 Mei 2026 - 22:23 WIB
Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) saat unjuk rasa tolak penambangan di kawasan pegunungan kendeng pati, di depan Mapolresta Pati, Jumat (29/5/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, tvOnenews.com – Ratusan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar aksi demonstrasi memperingati Hari Anti Tambang, Jumat (29/5/2026).

Massa aksi mendatangi Mapolresta Pati dan Kantor Bupati Pati untuk menyuarakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan di kawasan Pegunungan Kendeng yang ada di Kecamatan Sukolilo dan Kayen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi yang diinisiasi oleh Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) ini juga diikuti oleh sejumlah organisasi masyarakat, di antaranya Serikat Petani Pati dan Sukolilo Bangkit.

Dalam unjuk rasa tersebut, massa membawa berbagai spanduk tuntutan bertuliskan “Tuntut dan Adili Oknum Polisi yang Membekingi Tambang”, “Kembalikan Luasan KBAK Sukolilo di Pati”, hingga “Hentikan Penambangan di Kawasan Pegunungan Kendeng”.

Koordinator aksi, Gunretno, menegaskan bahwa keberadaan tambang dinilai lebih banyak merugikan masyarakat dibanding memberi manfaat.

“Tambang faktanya reklamasi pun tidak bisa mengembalikan fungsinya. Di mana titik tambang ada reklamasi, itu tetap merampas kehidupan masyarakat lokal karena akan merampas kehidupan anak cucu kita,” ujar Gunretno saat berorasi di depan Polresta Pati.

Ia menyebut pihaknya siap melaporkan sejumlah aktivitas tambang di Kecamatan Sukolilo dan Kayen yang diduga melanggar aturan, meski telah mengantongi izin resmi.

“Walaupun itu berizin, belum tentu tidak melakukan pelanggaran. Agenda hari ini kami menyampaikan laporan tentang tambang yang melanggar aturan agar polisi tahu kondisi di lapangan,” katanya.

Massa aksi juga menyoroti dugaan adanya oknum aparat kepolisian yang membekingi aktivitas pertambangan. Mereka meminta Polresta Pati menindaklanjuti temuan tersebut secara serius.

Dalam aksi tersebut, massa juga menggelar teatrikal dengan menabuh lesung padi di depan Markas Polresta Pati. Sejumlah perempuan dan emak-emak membopong tongkat lalu menabuh lesung secara berirama sambil menyanyikan tembang “Bumi Kang Lestari”.

Menurut Gunretno, lesung padi menjadi simbol ancaman terhadap kedaulatan pangan akibat kerusakan lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Lesung sebagai simbol kedaulatan pangan. Ada lahan pertanian pun kalau tidak tercukupi airnya, ini ada ancaman. Maka kita tabuh lesung sebagai pertanda ada ancaman kerusakan alam dan kekurangan air,” ujarnya.

Menanggapi aksi demontrasi di depan Mapolresta Pati, Wakapolresta Pati Kompol Anwar mengatakan pihaknya menerima seluruh aspirasi yang disampaikan massa aksi dan akan mempelajari laporan tersebut lebih lanjut.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tekan Urbanisasi dan Kesan Kumuh, Wamen PKP Fahri Hamzah Usul Konsep Permukiman Vertikal di Kota Yogyakarta

Tekan Urbanisasi dan Kesan Kumuh, Wamen PKP Fahri Hamzah Usul Konsep Permukiman Vertikal di Kota Yogyakarta

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah mengusulkan konsep permukiman vertikal di Kota Yogyakarta untuk mengantisipasi dampak urbanisasi dan menekan kesan kumuh di wilayah perkotaan.
Bukan Megawati Hangestri?! Hyundai Hillstate Ternyata Lebih Dulu Kejar Vanja Bukilic, Ini Alasan Akhirnya Pilih Megatron

Bukan Megawati Hangestri?! Hyundai Hillstate Ternyata Lebih Dulu Kejar Vanja Bukilic, Ini Alasan Akhirnya Pilih Megatron

Hyundai Hillstate sebenarnya telah menyiapkan beberapa kandidat sebelum akhirnya mengunci transfer Megawati Hangestri. Salah satunya Vanja Bukilic yang jadi
TRENDING: Dedi Mulyadi Mau Terapkan Jalan di Jabar Berbayar, hingga Pelatih Korea Bikin Nasib Megawati Hangestri Terancam

TRENDING: Dedi Mulyadi Mau Terapkan Jalan di Jabar Berbayar, hingga Pelatih Korea Bikin Nasib Megawati Hangestri Terancam

Sejumlah kabar besar tengah ramai menjadi perhatian publik. Mulai dari kebijakan Dedi Mulyadi, nasib Megawati Hangestri di V-League, hingga Timnas Indonesia.
Pemkot Yogyakarta Bakal Hapus Bertahap Bentor, Prioritaskan Becak Listrik di Kawasan Malioboro

Pemkot Yogyakarta Bakal Hapus Bertahap Bentor, Prioritaskan Becak Listrik di Kawasan Malioboro

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bakal menghapus moda transportasi becak motor (bentor) secara bertahap dan menggantikannya dengan becak listrik. 
Netanyahu Sebut Israel Kini Kuasai 60 Persen Gaza, Targetkan Naik Jadi 70 Persen

Netanyahu Sebut Israel Kini Kuasai 60 Persen Gaza, Targetkan Naik Jadi 70 Persen

Benjamin Netanyahu menyebut Israel kini menguasai 60 persen wilayah Gaza dan menargetkan kontrol meningkat menjadi 70 persen.
Membedah Spiritualitas Kurban: Meneladani Hati yang Bersih dari Kisah Nabi Ibrahim

Membedah Spiritualitas Kurban: Meneladani Hati yang Bersih dari Kisah Nabi Ibrahim

Perayaan Iduladha setiap tahunnya bukan sekadar seremoni pembagian konsumsi daging, melainkan momentum bagi umat Muslim untuk merenungi kembali makna kepasrahan agung keluarga Nabi Ibrahim AS.

Trending

Viral, Jual Daging Kurban di Media Sosial, Tokoh Agama Lontarkan Komentar Menohok

Viral, Jual Daging Kurban di Media Sosial, Tokoh Agama Lontarkan Komentar Menohok

Belakangan ini, sebagian publik dikejutkan dengan viralnya di media sosial, terkait jual daging kurban di media sosial. Sontak, insiden itu memicu komentar
Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Insiden tragis menimpa satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang yang ditemukan tewas di dalam tenda Glamping, Temanggung. Polisi curigai penyebab lain
Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Tak Hanya Habiburokhman, IMM Ikut Berkomentar soal Prabowo Kurban Pakai APBN: Tak Langgar Aturan

Tak Hanya Habiburokhman, IMM Ikut Berkomentar soal Prabowo Kurban Pakai APBN: Tak Langgar Aturan

Tidak hanya Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman yang angkat bicara soal pembelian hewan kurban Presiden Prabowo Subianto menggunakan APBN. Namun, DPP IMM ikut
Media Vietnam Sebut Timnasnya Tertekan Gara-gara John Herdman Panggil Pemain-pemain Andalan ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnasnya Tertekan Gara-gara John Herdman Panggil Pemain-pemain Andalan ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

John Herdman membuat salah satu media Vietnam mulai khawatir dengan kekuatan timnasnya. Pasalnya, Herdman memanggil pemain-pemain andalan ke Timnas Indonesia.
Prodi Ilmu Komunikasi UMT Raih akreditasi UNGGUL

Prodi Ilmu Komunikasi UMT Raih akreditasi UNGGUL

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Tangerang resmi meraih predikat Akreditasi UNGGUL berdasarkan Keputusan Dewan Eksekutif LAMSPAK Nomor 156/AK.03.05/2026 tanggal 25 Mei 2026.
Libur Idul Adha 1447 H, Volume Kendaraan di Tol Layang MBZ Melonjak 10,89 Persen

Libur Idul Adha 1447 H, Volume Kendaraan di Tol Layang MBZ Melonjak 10,89 Persen

Lonjakan volume kendaraan terjadi di ruas Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) seiring dengan momentum libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT