news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Muhammad Lutfi Setiabudi terpilih sebagai Ketua Pengda PGI DIY periode 2025-2029 dalam Musyawarah Daerah (Musda)..
Sumber :
  • Istimewa

Muhammad Lutfi Pimpin PGI DIY: Tak Ada Atlet Gagal Tanding Karena Biaya

Muhammad Lutfi Setiabudi terpilih sebagai Ketua Pengda PGI DIY periode 2025-2029 dalam Musyawarah Daerah (Musda).
Kamis, 30 April 2026 - 10:16 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Persatuan Golf Indonesia (PGI) Pengurus Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi memasuki babak baru. Muhammad Lutfi Setiabudi terpilih sebagai Ketua Pengda PGI DIY periode 2025-2029 dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Hotel Fortuna Grande Malioboro, Rabu, 29 April 2026.

​Membawa visi transformasi total, Lutfi menegaskan komitmennya untuk merombak wajah organisasi menjadi lebih profesional, mandiri, dan berorientasi penuh pada prestasi atlet.

​Salah satu poin menarik dalam kepemimpinan Lutfi adalah penerapan prinsip "Ngawula". Ia menekankan bahwa jabatan Ketua Umum di organisasi non-profit seperti PGI merupakan bentuk pengabdian murni, bukan ajang mencari panggung.

​"PGI DIY bukan tempat mencari nama, tapi tempat mencurahkan tenaga dan sumber daya," tegas Lutfi di hadapan para peserta Musda.

​Empat Misi Strategis PGI DIY 2025-2029 ​Untuk mewujudkan transformasi tersebut, Lutfi telah menyiapkan empat langkah strategis. Pertama, transformasi organisasi yaitu menegakkan integritas dengan menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) secara transparan dan akuntabel.

​Kedua, dedikasi total untuk Atlet dimana menjadikan kesejahteraan dan pembinaan atlet sebagai prioritas tertinggi melalui fasilitas latihan yang berkelanjutan. Ketiga, kemandirian finansial dengan mengelola dana secara kreatif serta adanya komitmen personal Ketua Umum untuk memastikan program organisasi tidak terhambat masalah biaya.

Muhammad Lutfi Setiabudi terpilih sebagai Ketua Pengda PGI DIY periode 2025-2029.
Sumber :
  • Istimewa

​Terakhir, sinergi ekosistem yaitu membangun kolaborasi dengan pemilik lapangan, klub golf, pengusaha, hingga pemerintah daerah untuk menciptakan iklim golf yang inklusif.

​Lutfi juga bertekad menghapus stigma bahwa golf adalah olahraga elit yang sulit dijangkau. Melalui konsep inklusivitas, ia ingin membuka akses lebih luas bagi masyarakat dan menjaring bibit muda dari Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar.

​"Tugas PGI nanti adalah membuat akses yang lebih baik antara lapangan, pemerintah, dan pemahaman bahwa golf itu bisa untuk semua kalangan," tambahnya.

​Yang paling krusial, Lutfi menggaungkan jargon "No Athlete Left Behind". Ini adalah jaminan nyata bahwa di bawah kepemimpinannya, tidak boleh ada atlet potensial DIY yang gagal berangkat bertanding hanya karena kendala finansial.

​"Di Jogja kami lihat sangat potensial untuk junior-junior. Tinggal bagaimana kita membuat akses dan aset tersebut menjadi maksimal, sehingga atlet dari Yogya bisa bersaing di level dunia," pungkas Lutfi optimis.(chm)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:19
01:18
05:01
01:45
01:05
01:11

Viral