news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sebuah buku inspiratif berjudul The Quiet Miracle resmi diluncurkan di Tip Tap Toe Yogyakarta..
Sumber :
  • Istimewa

The Quiet Miracle: Sebuah Buku Kisah Nyata Penyintas Kanker dalam Merayakan Harapan, Penerimaan, dan Kekuatan dalam Keheningan

Sebuah buku inspiratif berjudul The Quiet Miracle resmi diluncurkan di Tip Tap Toe Yogyakarta.
Minggu, 10 Mei 2026 - 12:29 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Sebuah buku inspiratif berjudul The Quiet Miracle resmi diluncurkan di Tip Tap Toe Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Renjana Widya Santi, sebuah yayasan yang berfokus pada pendampingan pasien kanker, di bawah kepemimpinan Ketua Yayasan, Rini Hastuti sekaligus penulis buku ini bersama drg. Sulistyaningsih.

The Quiet Miracle merupakan kisah nyata yang ditulis oleh dua sahabat yang telah menjalin persahabatan lebih dari 40 tahun. Buku ini mengangkat perjalanan emosional dan spiritual seorang perempuan dalam menghadapi kanker—bukan sebagai kisah tentang ketakutan, tetapi tentang penerimaan, kesadaran, dan harapan yang tumbuh dalam keheningan.

Lebih dari sekadar buku, The Quiet Miracle hadir sebagai teman perjalanan bagi para pejuang kanker dan para pendampingnya. Buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa proses penyembuhan tidak selalu tentang melawan, tetapi juga tentang berdamai dan menemukan makna baru dalam hidup.

Salah satu kutipan yang menjadi inti pesan buku ini adalah "Pasrah itu bukan berarti berhenti berharap. Pasrah artinya berhenti memaksa hidup menjawab dengan cara kita.”

“Saat ini, kata kanker hampir menjadi sesuatu yang dekat dengan kita semua. Ada keluarga, sahabat, rekan kerja, atau orang terdekat yang mengalaminya. Dari pengalaman saya di pekerjaan saya mendampingi beberapa pasien kanker selama 17 tahun ini, saya meyakini bahwa Kanker itu bukan hukuman, bukan aib, dan bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Ia bisa hadir pada siapa saja, tanpa memandang latar belakang atau gaya hidup. Bahkan, saya melihat para penyandang kanker sebagai orang-orang terpilih—yang menjalani perjalanan hidup dengan kedalaman yang tidak semua orang alami," jelasnya.

"Hari ini bukan hanya peluncuran buku, tetapi juga perkenalan yayasan, sekaligus perayaan bagi mereka yang telah dan sedang berjalan bersama kanker sampai saat ini,” jelasnya. 

Acara peluncuran ini dimeriahkan dengan pemutaran video perjalanan pembuatan buku, dilanjutkan dengan talkshow yang mengangkat proses kreatif penulisan serta perjalanan kanker yang dialami penulis. Turut hadir pula para penyintas kanker yang berbagi pengalaman dan kisah inspiratif mereka, menciptakan ruang empati, kekuatan, dan kebersamaan.

Melalui peluncuran ini, Yayasan Renjana Widya Santi berharap The Quiet Miracle dapat menjadi sumber penguatan batin, inspirasi, dan harapan—bagi siapa saja yang sedang berjuang, mendampingi, atau belajar memahami kehidupan dengan lebih utuh. 

Sebuah buku inspiratif berjudul The Quiet Miracle resmi diluncurkan di Tip Tap Toe Yogyakarta.
Sumber :
  • Istimewa

Buku bersampul hitam dengan siluet orang berkepala tanpa rambut ini terkandung keresahan, cinta, dan ketenangan. Buku yang lahir dari rasa takut kehilangan dan sebuah pacuan waktu yang menegangkan ini tidak sekadar sebuah kisah nyata yang mungkin dihadapi banyak orang, tetapi seberkas cahaya untuk mendapatkan semangat bahwa hidup bukan tentang besok tetapi apa yang akan terjadi hari ini. 

drg. Sulistyaningsih mengungkapkan, kenyataan bahwa pernah berada di titik menyerah dilaluinya saat semua pencarian seakan menemukan jalan buntu. Tetapi sebuah pencerahan hadir dan merubah semangatnya.

"Kalau sudah menerima, kita tidak akan menderita. Tidak ada lagi yang nyesek di dada, semuanya mengalir lancar sampai detik ini," katanya.

Melalui buku ini, drg. Sulis bersama sahabatnya ingin menyampaikan, tidak ada orang yang ingin  sakit, tidak ada orang yang ingin gagal. Tetapi prasangka-prasangka yang timbul ketika mereka berbicara kemarin atau besuk yang justru membawa diri kita dalam sebuah ketakutan dan melemahkan.

"Jangan isi hidup dengan ketakutan, jalani hari per hari, tidak usah mikir kemarin, tidak usah mikirin kedepannya mau apa, tetapi hari ini untuk hari ini, present time, di sini, saat ini, sekarang," ucapnya.

Melalui buku ini drg. Sulis mengharapkan, bisa menjadi sebuah inspirasi dan semangat bersama dan menghadapi kanker dengan kebahagiaan agar terbangun semangat untuk melawan penyakit ini.

Rini Hastuti menceritakan, buku ini hadir dari sebuah semangat yang dibawa drg. Sulis ketika tahun 2024 dihadapkan pada kenyataan terkait kanker yang menyerangnya. Buku ini bukan tentang catatan medis, tetapi sebuah semangat yang bisa menjadi sebuah keajaiban.

"Jadi buku ini adalah kisah perjalanannya beliau dokter Sulis yang mengalami kanker di tahun 2024 dan perjalanan sepanjang setahun pengobatan setahun kemoterapi radioterapi itu saya sebagai sahabat terdekatnya itu mengamati bahwa ada shifting mindset yang luar biasa yang terjadi pada beliau ini dan itu mempengaruhi proses kesembuhannya," ucapnya mengungkapkan.

Semangat yang dilakukan drg. Sulis ini lanjut Rini, ingin dibagikan melalui buku yang dihasilkan dari sebuah percakapan mendalam. Sehingga diharapkam perubahan mindset bagi para penyitas bisa membawa perubahan yang signifikan. 

"Perubahan mindset yang fundamental itu yang menjadi spirit utama dari buku ini yang harus sebaiknya di kita sharing, kita sebarkan bahwa kanker itu bukan hukuman, bukan aib yang harus disembunyikan," katanya, menambahkan.

Perjalanan selama dua tahun ini menjadi inspirasi hadirnya judul buku 'The Quiet Miracle', bahwa keajaiban atay miracle bisa diraih dengan kita memahami diri sendiri. Karena ketenangan adalah proses penyembuhan yang cepat.

"Saya menemukan judul ini berdasarkan perjalanan saya menemani dia. Selama perjalanan dua tahun itu, saya banyak mendengarkan cerita dari dia, bahwa sebenarnya keajaiban itu tidak harus dalam bentuk yang heroik, yang berisik," 

Dengan semangat dan cinta yang dibawa dalam buku yang lahir dalam pacuan waktu dan hanya selama 10 hari ini, diharapkan semakin mempercepat proses penyembuhan penyitas kanker. 

"Jadi proses menulis buku ini selama 10 hari karena hari itu dia bercerita kepada saya bahwa ada lesi di heparnya gitu. Sementara sepanjang saya tahu bahwa lesi itu berarti kayak lebang, kayak luka yang ada di heparnya. Pada orang lain mungkin itu sesuatu yang tidak begitu menakutkan tapi karena ini pasien kanker bisa jadi itu adalah salah satu gejala metastasis atau penyebaran," ujarnya, menjelaskan.

Melalui peluncuran ini, Yayasan Renjana Widya Santi berharap The Quiet Miracle dapat menjadi sumber penguatan batin, inspirasi, dan harapan, bagi siapa saja yang sedang berjuang, mendampingi, atau belajar memahami kehidupan dengan lebih utuh. Kedua sahabat berupaya menyampaikan pesan bahwa penyembuhan sejati bermula dari hati yang tenang dan penerimaan yang tulus.(chm)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral