- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Tekan Urbanisasi dan Kesan Kumuh, Wamen PKP Fahri Hamzah Usul Konsep Permukiman Vertikal di Kota Yogyakarta
Yogyakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah mengusulkan konsep permukiman vertikal di Kota Yogyakarta untuk mengantisipasi dampak urbanisasi dan menekan kesan kumuh di wilayah perkotaan.
Usulan tersebut disampaikan Fahri disela kunjungannya ke Kampung Lampion di Bantaran Kali Code Yogyakarta, Jumat (29/5/2026).
Ia menyampaikan bahwa kota-kota besar di Indonesia, termasuk Kota Yogyakarta saat ini tengah menghadapi tantangan dari perpindahan penduduk dari desa ke kota.
Menurutnya, konsep hunian vertikal atau rumah panggung menjadi langkah strategis untuk menata kawasan perkotaan yang mengalami keterbatasan lahan.
"Usul saya, konsep semua rumah itu kembali ke rumah panggung, rumah awal orang Indonesia," kata Fahri.
Ke depan, pembangunan hunian vertikal bukan sekadar menghadirkan bangunan bertingkat, tetapi juga dibarengi dengan penyediaan ruang publik, area hijau dan fasilitas sosial yang mendukung aktivitas masyarakat.
"Di rumah itu, ada lantai satunya sebagai public space supaya bisa jadi tempat pertemuan, anak-anak bermain dan pusat-pusat kegiatan umum lainnya. Karena kita sangat membutuhkan public space untuk kesehatan mental dari masyarakat kita secara umum," ucap Fahri.
Berdasarkan data statistik, tercatat sekitar 80 persen warga Indonesia diperkirakan tinggal di kawasan perkotaan pada 2045 mendatang. Fahri menyebut, angka itu menjadi tantangan besar bagi kota-kota di Indonesia, termasuk kota pelajar ini.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Yogyakarta perlu menyiapkan inovasi tata ruang dan hunian sejak sekarang.
"Kalau enggak ada inovasi misalnya kita mulai hidup vertikal ya setengah mati itu. Makanya, masa depan kita harus hidup vertikal," ujarnya.
Lebih lanjut, penataan hunian vertikal sama seperti konsep rumah panggung. Dahulu, konsep rumah panggung sederhana yakni menghindari banjir dan menghindari binatang buas. Sekarang ini, disebabkan terbatasnya lahan di wilayah perkotaan.
Selain itu, usulan mengenai konsep hunian vertikal di wilayah perkotaan demi menekan kesan kumuh, khususnya di bantaran sungai sekaligus mengantisipasi dampak banjir dan sebagainya.
"Makin lama, penataan (permukiman) memang harus semakin baik. Pinggir sungai itu harus dibikin asri seperti perintah Bapak Presiden melalui Gerakan Indonesia ASRI," tutur Fahri.