news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mutfiana, anak dari Agus Yani pemilik rumah di Seyegan, Kabupaten Sleman yang menjadi lokasi kemunculan titik api misterius di Sleman..
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Usaha Mandek Hampir Dua Pekan Imbas Titik Api Misterius di Sleman, Pemilik Rumah Minta Relokasi Tempat Usaha

Kemunculan titik api misterius yang terjadi hampir dua pekan di Seyegan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta menimbulkan dampak bagi warga setempat. 
Kamis, 4 Juni 2026 - 20:41 WIB
Reporter:
Editor :

Sleman, tvOnenews.com - Kemunculan titik api misterius yang terjadi hampir dua pekan di Seyegan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta menimbulkan dampak bagi warga setempat. 

Tidak hanya memicu keresahan, peristiwa yang terjadi berulang kali tersebut kini juga memukul aktivitas ekonomi salah satu warga yang terdampak langsung. 

Pemilik rumah yang juga menjalankan usaha di lokasi tersebut mengaku aktivitas usahanya terpaksa berhenti total hampir selama dua pekan. 

Untuk diketahui, awal mula kemunculan titik api secara misterius di rumah Agus Yani terjadi sejak 23 Mei 2026 lalu. Hingga hari ini, tercatat lebih dari 90 kali titik api masih bermunculan. 

"Di hari ke-13 ini, sudah 97 kali (titik api bermunculan). Semoga tidak ada (titik baru kemunculan api)," kata Mutfiana, anak dari Agus Yani selaku pemilik rumah saat ditemui di Kantor Kapanewon Seyegan, Kamis (4/6/2026). 

Melihat situasi yang belum menunjukkan kepastian, pemilik rumah berharap ada solusi berupa relokasi sementara tempat usaha agar kegiatan ekonomi dapat kembali berjalan normal. 

Mengingat sampai saat ini, rumahnya masih disterilkan untuk fokus penelitian dari para ahli akademisi dari UPN, UGM maupun praktisi lainnya. 

Hampir dua pekan ini, perempuan yang disapa Fia beserta keluarganya tinggal di sebuah ruko yang kini menjadi tempat hunian sementara. Keberadaan ruko tersebut bersebelahan dengan rumahnya.

"Untuk relokasi mungkin tetap ke ruko ya. Kalau ke tempat lain, kita harus bangun usaha dari nol. Mungkin nanti dikasih tenda sementara ataupun apapun di depan (ruko). Kalau terlalu jauh, pelanggan dan konsumen pasti pergi," ucapnya. 

Sejauh ini, Fia mengaku telah menerima bantuan logistik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, sanak keluarga maupun warga sekitar.

Pun, bantuan APAR dari relawan maupun Damkar. Namun demikian, ia juga mengharapkan bantuan berupa blower atau kipas angin. 

"Yang paling dibutuhkan saat ini adalah kami sangat butuh blower atau kipas angin buat menghalau gas," pintanya. (scp) 

 

 

 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

16:01
00:57
00:53
05:22
01:12
07:33

Viral