news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Strategi Industri Minuman Kemasan Bertahan dan Tumbuh di 2026.
Sumber :
  • ANTARA/HO-ASRIM

Strategi Industri Minuman Kemasan Bertahan dan Tumbuh di 2026

Industri minuman kemasan menghadapi tekanan akibat pelemahan rupiah dan kenaikan biaya impor bahan baku. Penguatan bahan baku domestik, hilirisasi, dan kebijakan adaptif dinilai
Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:41 WIB
Reporter:
Editor :

Ketergantungan Impor Jadi Tantangan Besar

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Minuman Dalam Kemasan (ASRIM), Triyono Prijosoesilo, menilai industri belum sepenuhnya kembali ke kondisi ideal meskipun masih mencatat pertumbuhan positif.

Menurutnya, industri makanan dan minuman sepanjang 2025 tumbuh sebesar 6,38 persen. Namun angka tersebut masih berada di bawah capaian sebelum pandemi yang dapat mencapai kisaran 7 hingga 9 persen.

"ASRIM menilai bahwa meskipun industri makanan dan minuman masih mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025 sebesar 6,38 persen. Pertumbuhan tersebut masih berada di bawah level pra-pandemi yang sebelumnya dapat mencapai kisaran 7–9 persen. Sejumlah ekonom juga menilai pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 masih banyak ditopang oleh belanja pemerintah dan faktor musiman Ramadan-Lebaran, sementara pemulihan daya beli masyarakat belum sepenuhnya kuat," terang Triyono.

Di sisi lain, kenaikan biaya produksi menjadi persoalan yang semakin kompleks. Ketergantungan pada bahan baku dan kemasan impor membuat pelaku usaha sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar. Ketika rupiah melemah, biaya produksi langsung meningkat dan berpotensi menekan profitabilitas perusahaan.

Kondisi tersebut juga diperkuat oleh data inflasi April 2026. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 3,06 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 2,42 persen.

Penguatan Bahan Baku Lokal Jadi Solusi Jangka Panjang

Menanggapi berbagai tantangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya untuk menjaga iklim usaha manufaktur tetap kondusif.

Perwakilan Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria, mengatakan sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor utama terhadap perekonomian nasional dengan porsi sekitar 19 persen terhadap PDB pada triwulan I-2026.

"Kami memahami bahwa tekanan ekonomi global juga memberikan tantangan kepada industri makanan dan minuman untuk terus tumbuh. Untuk itu, pemerintah terus berkomitmen mendorong penguatan struktur industri, pengembangan hilirisasi, serta peningkatan daya saing sektor mamin. Kami juga akan terus memperkuat sinergi bersama pelaku usaha dalam menjaga keberlanjutan industri dan penciptaan lapangan kerja di tengah dinamika ekonomi global," ungkapnya.

ASRIM menyambut positif langkah pemerintah tersebut. Organisasi ini berharap kebijakan yang diterapkan ke depan mampu mendukung daya saing industri tanpa menambah beban baru bagi pelaku usaha.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
01:30
01:38
04:38
05:50
03:19

Viral