- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Operasional Tersendat, 97 Dapur SPPG di DIY Tutup Imbas Dana Belum Cair Hingga Proses Penyelesaian SLHS
Jadi diputus sepihak. Ini akan jadi bagian kami monitoring dengan koordinator SPPG wilayah ada tindak lanjut. Kalau mau berhenti ya mungkin ada info dulu sehari atau dua hari sebelumnya," tuturnya.
Operasional yang tersendat ini salah satunya terjadi di SPPG Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Diketahui, dapur tersebut sebagai penyedia MBG, salah satunya SMP Stella Duce 2 Yogyakarta.
Kepala SMP Stella Duce 2 Yogyakarta, R.V. Banu Hastha Kunjana menyampaikan sekolahnya pertama kali menerima MBG pada Mei 2025.
Namun pada 28 Mei 2026, pihaknya mendapatkan informasi dari SPPG di wilayahnya yang menghentikan pelayanannya dalam mendistribusikan MBG ke sekolahnya lantaran adanya pemeriksaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Hingga kini, sekolahnya belum menerima MBG lagi dari SPPG tersebut.
"Sampai hari ini, belum ada info itu (kapan MBG dibagikan lagi)," katanya.
Disebutkan, total ada 293 siswa sebagai penerima MBG tersebut yang disalurkan lima kali dalam sepekan.
Kondisi serupa juga terjadi di SMAN 6 Yogyakarta. SPPG Sleman Depok Caturtunggal 4 sebagai dapur penyedia MBG di sekolahnya diketahui tidak beroperasional sejak awal Mei 2026 lalu.
"Sejak 5 Mei dan sampai hari ini masih belum beredar lagi MBG-nya," kata Sri Moerni, Kepala SMAN 6 Yogyakarta.
Dia mengungkap, awalnya SPPG tersebut menyampaikan terhentinya pendistribusian MBG di sekolahnya lantaran dana yang belum cair, disusul penyelesaian fasilitas sanitasi dapur yang belum memenuhi standar.
"(Penyaluran MBG) Itu kan macetnya beberapa kali. Tanggal 5 Mei itu infonya anggaran belum turun, terus nyambung ada penyelesaian fasilitas dapur sehingga layanan MBG belum bisa dilanjutkan," ungkap Sri.
Imbas dari penghentian distribusi MBG secara sepihak ini, para siswa di sekolah tersebut akhirnya membawa bekal makanan sendiri, meski ada juga yang jajan di kantin.
"Karena usia anak SMA ini kan makannya banyak ya akhirnya anak membawa bekal, ada juga yang beli di kantin. Jadi, sarapan itu untuk menjaga stamina hingga istirahat pertama. Selanjutnya, dia membeli di kantin sekolah," ucap Sri.
Dengan adanya persoalan ini, ia berharap pendistribusian MBG ke sekolahnya bisa lancar kembali dengan kondisi menu yang lebih bervariasi dan disukai siswa.