- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Pakar Pastikan Tak Ada Hubungan Gas Alam dengan Kemunculan Api Berulang di Seyegan Sleman, Apakah Direkayasa?
Untuk diketahui, kemunculan api berulang di rumah Agus Yani terjadi pada 23 Mei 2026 lalu. Selama 22 hari sejak awal kemunculan api, tercatat ada 126 kali kejadian. Dalam dua hari terakhir ini, belum ada lagi kejadian tersebut.
"Terakhir adalah Sabtu malam ya, tidak ada sama sekali. Malam Jumat kan ada yasinan disana, kemudian habis itu malam Sabtunya sekali, itu yang terakhir," ungkap Bambang.
Dengan hasil final ini, pihaknya menyerahkan kepada aparat kepolisian untuk menyelidiki peristiwa ini. Ditanya, apakah ada faktor kesengajaan atau rekayasa, Bambang enggan berkomentar.
"(mengenai) apa toh penyebabnya, nanti itu dari pihak kepolisian yang akan membuktikan. Tugasnya satreskrim dengan timnya yang akan mencari penyebab munculnya api," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pemasangan kamera CCTV di lokasi kejadian digunakan sebagai alat untuk mengetahui secara visual bagaimana awal mula munculnya api yang diharapkan bisa sebagai bahan tambahan untuk penelitian lanjutan.
Di lokasi yang sama, Kasatreskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi mengatakan, kepolisian tengah mengumpulkan fakta-fakta di lapangan ditambah dukungan data dari para peneliti tersebut.
"Hari ini, kita masih mencari atau mengumpulkan fakta yang ada di lapangan. Tentunya, ada data dukung yang disampaikan Pak Bambang (Kepala BPBD Sleman) tadi untuk membantu kami mengumpulkan fakta apa yang sebenarnya terjadi," ucap Wiwit.
Terkait CCTV, Wiwit menjelaskan bahwa pemasangan kamera pengintai di lokasi kejadian bertujuan untuk mencari atau mengetahui sumber api yang sebenarnya.
Sebab, petugas tidak mungkin berjaga di lokasi selama 24 jam. Pun, untuk tujuan pengamanan aset si pemilik rumah.
"Makanya kita pasang CCTV. Dari rekaman CCTV, kami akan melakukan penelitian juga nanti apakah ada hal-hal yang keluar fenomena itu. Kami akan kumpulkan sehingga fakta akan terungkap setelah ini," kata Wiwit. (scp/buz)