news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Portal teleskopik dengan perpaduan warna hijau dan kuning yang identik dengan Keraton Yogyakarta dipasang di tiap jalan penghubung atau sirip-sirip sepanjang kawasan Malioboro..
Sumber :
  • tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Pedestrianisasi Ubah Sirkulasi Kendaraan di Malioboro, Gubernur DIY Ajak Warga dan Swasta Sewakan Lahan Kosong Untuk Parkir Swadaya

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X mendorong masyarakat dan pihak swasta untuk berperan aktif mendukung rencana pedestrianisasi Malioboro Yogyakarta.
Selasa, 28 Juli 2026 - 18:37 WIB
Reporter:
Editor :

 

Yogyakarta, tvOnenews.com - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X mendorong masyarakat dan pihak swasta untuk berperan aktif mendukung rencana pedestrianisasi kawasan Malioboro dengan menyewakan lahan kosong sebagai kantong parkir swadaya. 

Langkah tersebut dinilai penting untuk menopang perubahan pola sirkulasi kendaraan yang akan diterapkan, seiring penataan kawasan wisata ikonik di Kota Yogyakarta tersebut.

Menurut Sultan, perubahan pola sirkulasi kendaraan terjadi pada jalan penghubung atau sirip-sirip Malioboro yang nantinya menjadi akses kantong parkir sebelum pengunjung melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. 

"Dulu, konsepnya Malioboro itu jalur utama sehingga dari Malioboro, baru orang belok ke Dagen, ke Pajeksan dan sebagainya. Kalau itu nanti di-close Malioboro, berarti dari Bhayangkara masuk Dagen masuk Pajeksan, untuk parkir, jalan ke Malioboro kan berubah," ujar Sultan belum lama ini. 

Raja Keraton Yogyakarta itu menyebut, perubahan pola menjadikan keberadaan kantong parkir menjadi kebutuhan penting. Penyediaannya tidak harus sepenuhnya dari pemerintah, melainkan bisa juga dari pihak swasta atau warga selaku pemilik lahan di sekitar kawasan. 

"Makanya, saya berharap parkir itu jadi penting, tidak mungkin semua disiapkan oleh Pemerintah Daerah. Di situ juga banyak rumah kosong yang mungkin bisa ada kemauan dari yang tinggal di situ atau yang lain. Bagaimana di situ mereka juga mau nyewakan tempat parkir atau membangun parkiran di situ, milik swasta atau apa, ya silakan aja," tutur Sultan.

Dengan begitu, pengunjung tidak memarkirkan kendaraannya di pinggir-pinggir jalan yang biasa digunakan untuk masuknya kendaraan. 

Selain itu, keberadaan kantong parkir swadaya dalam mendukung konsep pedestrian di kawasan Malioboro benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

"Sekarang kan sudah kita lihat bentor manggon (menempati) lahan andong, kemudian andong jadi parkir di pinggir jalan sehingga mempersempit jalan menjadi crowded. Hal seperti itu tidak boleh terjadi. Kalau terjadi, nanti di depan Pasar Beringharjo tetap rupak (sempit)," kata Sultan. 

Seiring dengan kebijakan tersebut, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan, Pemkot telah membentuk tim untuk mengkaji penataan sepuluh ruas jalan penghubung atau sirip Malioboro. 

"Kami menurunkan tim, satu sirip satu tim, satu sirip satu tim untuk mengkaji. Masing-masing sirip kan punya masalah sendiri, masalah pedagangnya, bisa tidak kendaraan itu putar balik, ada tidaknya kantong parkirnya," kata Hasto.

Setelah pengkajian, lanjut Hasto, pihaknya menjadwalkan pertemuan dengan pihak-pihak terkait guna membahas persoalan di tiap-tiap sirip tersebut. 

"Kami merencanakan minggu depan ini, kami akan rapat satu per satu sirip itu, terus keputusannya sirip ini harus bagaimana, termasuk pertimbangan Ngarso Dalem ada loading dari hotel, toko-toko," ucap Hasto.

Mantan Bupati Kulon Progo itu juga menyebutkan pertimbangan Sultan mengenai akses warga dalam mengantarkan anaknya sekolah di pagi hari. 

"Kalau pagi hari, ada mengantar anak sekolah dan sebagainya itu juga menjadi pertimbangan. InsyaAllah Minggu depan, kami secara bertahap akan rapat bersama misalnya (persoalan) empat sirip dulu, kita putuskan. Setelah itu, empat sirip lagi dan akhirnya semua sirip terputuskan," pungkas Hasto.

Belum lama ini, pemerintah setempat telah memasang portal teleskopik dengan perpaduan warna hijau dan kuning yang identik dengan Keraton Yogyakarta di tiap jalan penghubung atau sirip-sirip sepanjang kawasan Malioboro. (scp/ard) 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:36
06:17
01:30
01:27
01:35
05:13

Viral