news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi wisatawan berfoto dengan mengenakan baju adat khas Yogyakarta di plang Malioboro yang berada di kawasan pedestrian Malioboro..
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Foto Berbayar Pakai Plang Portable "Malioboro" Tuai Polemik, Pemkot Yogyakarta Ancam Tertibkan Replika yang Ganggu Estetika

Praktik penggunaan plang portable bertuliskan "Malioboro" sebagai properti jasa foto berbayar di kawasan Malioboro Yogyakarta menuai polemik. 
Kamis, 30 Juli 2026 - 21:16 WIB
Reporter:
Editor :

Yogyakarta, tvOnenews.com - Praktik penggunaan plang portable bertuliskan "Malioboro" sebagai properti jasa foto berbayar di kawasan Malioboro Yogyakarta menuai polemik. 

Menyikapi persoalan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengingatkan para fotografer agar tidak lagi menggunakan plang replika lantaran mengganggu estetika kawasan wisata ikonik tersebut. 

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mengatakan, plang resmi "Malioboro" yang dipasang oleh pemerintah telah tersedia dan dapat dimanfaatkan masyarakat maupun wisatawan untuk berfoto. Oleh karena itu, keberadaan plang portable dinilai tidak lagi diperlukan. 

"Plang resminya itu yang dipasang oleh Dinas Perhubungan. Jadi tidak perlu lagi menggunakan replika. Kami mengimbau teman-teman fotografer untuk menyingkirkan plang portable agar tidak mengganggu estetika kawasan," kata Wawan kepada awak media di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (30/7/2026).

Ia mengatakan, Pemkot tidak mempermasalahkan aktivitas jasa fotografi di kawasan pedestrian Malioboro selama dilakukan sesuai aturan dan tidak mengganggu ruang publik. 

Menurutnya, keberadaan plang replika yang dibawa penyedia jasa fotografi kemudian diletakkan di area pedestrian juga berpotensi mengganggu mobilitas pejalan kaki, serta memicu keluhan dari masyarakat maupun wisatawan. 

"(plang) untuk hiasan dekorasi dalam gedung itu nggak ada masalah. Tapi untuk penunjuk jalan jadi masalah, ya ditertibkan," tegasnya. 

Selanjutnya, langkah penertiban plang portable tersebut dilakukan oleh jajaran UPT Malioboro maupun Satpol PP setempat. 

Terkait keberadaan plang resmi "Malioboro" yang sebelumnya dipasang oleh pemerintah, Wawan menyatakan, masyarakat maupun wisatawan bebas mengabadikan momen di kawasan ikonik Kota Yogyakarta secara gratis. 

"Foto (di plang resmi Malioboro) bebas ya gratis nggak usah suruh bayar," ucapnya. 

Polemik ini mencuat setelah seorang warganet curhat mengenai kejadian yang dialaminya di media sosial. Dalam akun threads @its_lisstyy, dia diminta membayar sebesar Rp5.000 ketika hendak membuat konten video di plang portable "Malioboro" oleh oknum penyedia jasa fotografi di kawasan ikonik Kota Yogyakarta tersebut. 

"Tukang foto di Malioboro tuh kenapa nyebelin banget yak, mau take video cinematic di plang Malioboro eh ada oknum bilang gini ini properti kami kalau berkenan difotokan cuma 5K saja," tulis warganet tersebut. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:30
02:38
05:39
05:01
06:32
14:06

Viral