- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Wujudkan Visi sebagai Community Service, Para Dekan Baru Universitas Ahmad Dahlan Diminta Fokus pada Lima Agenda Strategis
Yogyakarta, tvOnenews.com – Sebanyak sebelas dekan baru berbagai fakultas di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dilantik pada Selasa (4/8). Dalam menjalankan tugas selama empat tahun ke depan, mereka dituntut untuk fokus pada lima agenda.
Kesebelas dekan tersebut dilantik langsung oleh Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T. di Amphitarium UAD pada Selasa (4/8). Mereka adalah Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I. (Fakultas Agama Islam), Dr. Sumaryanto, S.E., M.Si., Ak., C.A. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Prof. Dr. Fatwa Tentama, S.Psi., M.Si. (Fakultas Psikologi), Prof. Wajiran, S.S., M.A., Ph.D. (Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi), Prof. Dr. Fithriatus Shalihah, S.H., M.H. (Fakultas Hukum), Muhammad Sayuti, S.Pd., M.Pd., M.Ed., Ph.D. (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Prof. Dr. Ir. Siti Jamilatun, M.T. (Fakultas Teknologi Industri), Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si. (Fakultas Farmasi), Muhammad Syamsu Hidayat, S.E., M.Sc., Ph.D. (Fakultas Kesehatan Masyarakat), dr. Moch. Junaidy Heriyanto, Sp.B., FINACS. (Fakultas Kedokteran), serta Iwan Tri Riyadi Yanto, S.Si., M.IT., Ph.D. (Fakultas Sains dan Teknologi Terapan).
Dalam sambutannya, Rektor UAD meminta para dekan dengan periode jabatan 2026-2030 tersebut untuk memfokuskan kepemimpinan mereka pada lima agenda strategis demi terwujudnya visi UAD sebagai Community Service University.
“Untuk mewujudkan visi Universitas Ahmad Dahlan sebagai Community Services University, kami mengajak para dekan memfokuskan kepemimpinannya pada lima agenda strategis berikut. Pertama, mentransformasikan caturdarma perguruan tinggi yang terintegrasi dan berdampak. Kedua, membangun budaya akademik yang unggul dan adaptif. Ketiga, memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Keempat, meningkatkan reputasi dan jejaring internasional. Kelima, mewujudkan tata kelola fakultas yang profesional, berkelanjutan, dan berintegritas,” ucap Muchlas.
Pilihan UAD untuk menjadi Community Service University tidak dapat dilepaskan dari jati diri UAD yang berpandangan bahwa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus terintegrasi dalam menghasilkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat, persyarikatan, bangsa, dan kemanusiaan.
Muchlas juga mengingatkan para dekan akan tanggung jawab yang mereka emban. Menurutnya, kepemimpinan akademik tidak diukur dari lamanya seseorang menjabat, melainkan dari perubahan yang mampu diwujudkan, budaya mutu yang berhasil dibangun, inovasi yang dihasilkan, serta generasi penerus yang dipersiapkan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.
“Jabatan yang Bapak dan Ibu emban bukan sekadar amanah administratif, melainkan amanah intelektual, amanah moral, dan amanah peradaban. Sebagai dekan, Bapak dan Ibu bertanggung jawab membangun budaya akademik yang unggul, mengembangkan sumber daya manusia, memperkuat tata kelola fakultas, serta melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya. (Scp/Ard)