news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Peluncuran Buku Panduan Pendidikan Khas Kejogjaan untuk Pendidikan Tinggi berlangsung pada Kamis (20/8/2026) di Gedung Rektorat, Universitas Negeri Yogyakarta..
Sumber :
  • Tim tvOne - Tim tvOne

Pendidikan Khas Kejogjaan Merambah Kampus, Sri Sultan: Bangun Ilmu yang Berjiwa Budaya

Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) mulai diarahkan untuk merambah lingkungan perguruan tinggi di wilayah DI Yogyakarta.
Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:37 WIB
Reporter:
Editor :

Sebab menurut Sri Sultan, pendidikan pada dasarnya tidak hanya menjawab pertanyaan tentang bagaimana ilmu bekerja, tetapi juga untuk apa ilmu tersebut digunakan.

Karena itu, keunggulan ilmu perlu diukur dari kemampuannya memberi manfaat bagi kehidupan, sebagaimana filosofi Hamemayu Hayuning Bawono.

“Yogyakarta melalui kekhasannya, menawarkan satu jawaban untuk pertanyaan kedua itu, yakni Hamemayu Hayuning Bawana. Sebuah falsafah yang mengajarkan bahwa keunggulan ilmu harus diukur dari kemampuannya merawat harmoni. Harmoni antara manusia dengan sesamanya, manusia dengan alam, dan manusia dengan Yang Maha Kuasa. Ilmu yang hebat namun merusak harmoni ini, betapapun canggihnya, telah kehilangan arahnya,” ucap Sri Sultan.

Lebih lanjut, Sri Sultan menilai implementasi PKJ perlu diwujudkan secara nyata melalui Tridharma Perguruan Tinggi. Pada ruang pengajaran, nilai Kejogjaan dapat diterapkan sesuai karakter masing-masing disiplin ilmu.

Sementara dalam ruang penelitian, Yogyakarta dapat menjadi laboratorium hidup dengan menjadikan kampung, pasar, sanggar, kawasan cagar budaya, hingga wilayah rawan bencana sebagai ruang riset yang berkaitan dengan persoalan aktual masyarakat.

Adapun dalam ruang pengabdian, nilai Kejogjaan diharapkan hadir melalui pendampingan yang berkelanjutan dan membangun hubungan timbal balik antara perguruan tinggi dengan masyarakat.

Selain itu, nilai PKJ juga perlu diwujudkan dalam budaya kelembagaan perguruan tinggi, sehingga tidak berhenti sebagai materi yang diajarkan, tetapi turut dicontohkan dalam praktik kelembagaan.

“Sebab nilai akan kehilangan kekuatannya jika hanya diajarkan, namun tidak dicontohkan oleh institusi yang mengajarkannya,” papar Sri Sultan.

Sri Sultan menambahkan, PKJ mempertemukan tiga ruang yang saling melengkapi, yakni Kraton yang menghadirkan horizon nilai, kampus yang menghadirkan daya kritis berbasis pengetahuan, serta kampung yang menghadirkan kenyataan hidup sebagai ruang pembuktian nilai dan ilmu. Ketiganya bukan hierarki, melainkan ekosistem.

“Ilmu modern akan semakin kuat, apabila memiliki kerendahan hati, untuk mendengarkan pengetahuan yang hidup di kampung, dalam cara masyarakat menjaga air, merawat tanah, dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Sebaliknya, pengetahuan lokal akan semakin relevan, apabila diberi ruang untuk diuji dan disambungkan dengan kebutuhan zaman,” ungkap Sri Sultan.

Berita Terkait

1
2
3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:09
02:10
01:03
02:12
01:47
17:32

Viral