- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
6 Jurnalis Pers Mahasiswa UGM-UNY Diduga Dianiaya saat Liputan Demo di Simpang Gramedia, Begini Kesaksian Korban
Sleman, tvOnenews.com - Enam anggota pers mahasiwa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) diduga turut menjadi korban saat menjalankan tugas peliputan aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Simpang Gramedia Yogyakarta pada 1 September 2026.
Keenam jurnalis tersebut berada di lokasi untuk mendokumentasikan jalannya aksi. Namun ketika kondisi di lapangan memanas, mereka mengaku turut menjadi sasaran kekerasan.
Dian dari Biro Pers Mahasiswa Filsafat PIJAR UGM memberikan kesaksiannya. Pada saat itu, dirinya tengah melakukan live streaming di akun Instagram PIJAR sekitar pukul 20.00 WIB. Namun pukul 20.58 WIB, massa sudah mulai didorong mundur secara paksa oleh aparat dan ormas.
"Saat itu juga, teman-teman sudah mulai berlari. Tentunya, saya yang panik ikut berlari," kata Dian mengawali kesaksiannya dihadapan awak media di Boulevard UGM, Kamis (3/9/2026).
Tindakan kekerasan dialaminya ketika dirinya berlari sedikit ke tengah. Kekerasan diduga dilakukan oleh orang yang tak dikenalnya dengan ciri-ciri berbaju merah, berjenis kelamin pria usia sekitar 50 tahunan.
"Bapak-bapak itu memukul dengan kayu yang pipih dari samping dan mengenai pelipis kanan saya," ungkap Dian.
Selain Dian, juga terdapat anggota PIJAR lain yang mengalami kekerasan serupa. Korban bernama Tara mengungkap ada sekelompok pria yang marah-marah kemudian melakukan pemukulan ke dirinya. Akibatnya, ia tidak sadarkan diri.
"Pria itu tiba-tiba mukul, saya enggak sadar. Terus posisinya udah langsung masuk rumah sakit," kata dia.
Sementara itu, anggota LPPM Sintesa Fisipol UGM inisial D mengaku dirinya mengalami kekerasan saat melakukan peliputan dokumentasi foto jalannya aksi unjuk rasa.
"Kekerasan terjadi saat D memotret tindakan kekerasan yang dilakukan massa ormas," ucap D diwakili oleh rekannya.
Saat itu, D dipukul oleh ormas preman berjumlah 3-4 orang sampai terjatuh. Selain itu, kamera milik D juga terlepas dan ditarik oleh orang tak dikenal tersebut.
"D juga diminta untuk menghapus foto. Untungnya, D berhasil ditolong oleh orang yang tidak dikenal mungkin dari massa aksi dan berhasil menyelamatkan diri dari amukan massa," ungkapnya.