- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Dugaan Ormas Terlibat Demo Ricuh di Simpang Gramedia, Kesbangpol DIY: Jangan Ada Generalisasi
Keenam mahasiswa diketahui inisial NA (24), MM (24), MTN (24), SK (25), Z (24) dan MZ. Mereka mengalami luka-luka dan sempat mendapatkan penanganan medis di RS Panti Rapih. Namun sekitar pukul 00.30 WIB, seluruh mahasiswa sudah boleh pulang.
Atas insiden tersebut, UGM menyampaikan keprihatinannya atas insiden kekerasan yang menimpa lima mahasiswanya.
Pihak kampus juga menegaskan agar tidak ada upaya membenturkan mahasiswa dengan ormas dalam menyikapi aksi unjuk rasa.
"Jangan benturkan mahasiswa dengan kelompok-kelompok masyarakat. Saya rasa upaya membenturkan mahasiswa dengan beberapa kelompok masyarakat bagian dari cara yang tidak boleh dilakukan. Tindakan kekerasan seperti ini justru akan merugikan banyak pihak," tegas Arie Sujito, Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni, Rabu (2/9/2026).
Menurut Arie, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh beberapa kelompok masyarakat terhadap mahasiswa bisa dicegah.
Aparat kepolisian yang berada di lokasi kejadian saat insiden ricuh terjadi seharusnya bisa melindungi mahasiswa maupun ormas secara keseluruhan.
"Saya kira ini bagian dari tanggungjawab secara hukum harus dilakukan," ucap Arie.
Ia mengatakan, aspirasi yang disuarakan oleh para mahasiswa merupakan bagian dari sikap kritis maupun respon terhadap situasi yang saat ini terjadi.
Bagaimanapun juga mahasiswa adalah kelompok intelektual ataupun aktivis yang punya idealisme dan kepekaan untuk merespon situasi tersebut.
"Saya berharap bahwa situasi krisis ekonomi, politik yang terjadi tidak diikuti juga dengan teror-teror. Sebetulnya yang harus dilakukan adalah pemerintah respon untuk memperbaiki kebijakan," ucap Arie. (Scp)