news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Sentolo, Johan Wahyudi..
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Oknum Satpam SMAN 1 Sentolo Disanksi SP3 Atas Dugaan Pelecehan Seksual, Sekolah Usul Dipindahkan

Oknum petugas keamanan (satpam) SMAN 1 Sentolo di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta dikenai sanksi surat peringatan ketiga (SP3) setelah muncul dugaan pelecehan seksual terhadap seorang siswi di lingkungan sekolah tersebut. 
Kamis, 17 September 2026 - 20:36 WIB
Reporter:
Editor :

Kulon Progo, tvOnenews.com - Oknum petugas keamanan (satpam) SMAN 1 Sentolo di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta dikenai sanksi surat peringatan ketiga (SP3) setelah muncul dugaan pelecehan seksual terhadap seorang siswi di lingkungan sekolah tersebut. 

Belakangan terakhir, kasus itu menjadi perhatian setelah rekan dari siswi yang menjadi korban turut menyuarakan dugaan pelecehan yang melibatkan oknum satpam di sekolahnya melalui sebuah poster.

Menindaklanjuti persoalan tersebut, pihak sekolah mengambil langkah internal terhadap oknum satpam yang bersangkutan. Sekolah telah menyerahkan oknum satpam kepada pihak ketiga yang menyalurkannya. 

"Oknum satpam itu sudah di SP3," kata Johan Wahyudi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Sentolo, Kamis (17/9/2026). 

Johan mengungkap, tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oknum satpam di sekolahnya mulai dari menatap dengan pandangan tertentu, mencolek tangan siswi hingga merangkulnya. 

Disebutkan, oknum satpam itu saat ini masih aktif bekerja di SMAN 1 Sentolo hingga awal Oktober 2026. Hal ini disebutnya menyesuaikan prosedur dari pihak ketiga. Meskipun kasus dugaan pelecehan seksual itu viral belakangan terakhir ini. 

"Setelah viral, dia masih bekerja karena menunggu tanggal 1 Oktober karena sistem di pihak ketiga. Karena viralnya dua hari ini, kami kembalikan penuh," ucap Johan.

Namun demikian, pihak sekolah juga telah mengusulkan agar yang bersangkutan dipindahkan dari lingkungan SMAN 1 Sentolo. 

"Saya usul dipindah," ungkap Johan.

Disinggung terkait penanganan terhadap korban, ia mengatakan, siswinya telah didampingi oleh guru bimbingan konseling (BK) untuk memperkuat mentalnya pasca kejadian tersebut. 

Aparat kepolisian disebutnya juga sudah berinisiatif mendatangi SMAN 1 Sentolo untuk melakukan klarifikasi terkait persoalan tersebut. Pihak sekolah menyerahkan proses penanganan ke kepolisian.

"Hari ini, baru kita lakukan klarifikasi kembali ke pihak sekolah biar lebih jelas apa yang memang terjadi. Kemarin karena anggota yang datang baru sekadar laporan singkat," kata AKP Dina Martanti, Kapolsek Sentolo. 

Kepolisian pun berupaya melakukan koordinasi dengan unit PPA Satreskrim Polres Kulon Progo terkait tindak lanjut penanganannya. (scp/buz) 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:06
02:22
01:53
06:32
02:30
02:51

Viral