- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Siswi SMAN 1 Sentolo, Kulon Progo Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Oleh Satpam, Ini Kronologinya
tvOnenews.com - Publik dihebohkan dengan adanya dugaan pelecehan seksual terhadap seorang siswi SMAN 1 Sentolo, Kulon Progo.
Kasus ini ramai di media sosial hingga pihak sekolah mendapatkan aksi protes dari para siswa terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh satpam sekolah terhadap seorang siswi.
Kasus ini menjadi rumit lantaran terdapat dugaan adanya intimidasi terhadap siswa lantaran menerbitkan sebuah poster berisi aspirasi atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap siswi di sekolah tersebut.
Seperti apa kronologi dari kasus ini, simak penjelasannya berikut ini.
Kronologi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual
- TikTok @jejak.kulon.progo
Menurut keterangan yang dilansir pada laman resmi Pemerintah Daerah DIY, kasus bermula saat seorang siswi diduga menjadi korban pelecehan seksual melaporkan kejadian yang dialaminya pada 31 Juli 2026.
Siswi tersebut melaporkan kepada guru BK lantaran dirinya dirangkul pada bagian pundak oleh satpam yang mengantarnya ke kelas untuk mengambil barang yang tertinggal.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang kesiswaan bersama guru BK berkoordinasi dengan penyedia jasa keamanan.
Kemudian pada 13 Agustus 2026, penyedia jasa keamanan memanggil satpam yang bersangkutan.
Berdasarkan keterangan sekolah, satpam tersebut mengakui kesalahannya dan mendapatkan sanksi berupa surat peringatan.
Dugaan Intimidasi Terhadap Siswa
Sementara itu, seorang siswa mengunggah sebuah poster di media sosial yang berisi tudingan adanya pencabulan oleh satpam dan mempertanyakan penanganan sekolah.
Unggahan tersebut memicu perhatian netizen di media sosial.
Poster tersebut diunggah pada 14 Agustus 2026 setelah pihak sekolah dan penyedia jasa telah berkoordinasi dan memberikan sanksi kepada satpam tersebut.
Kini siswa tersebut telah meminta maaf di media sosial, namun video klarifikasinya memicu anggapan bahwa diduga adanya tindak intimidasi terhadap siswa tersebut.
Disdikpora DIY Turun Tangan
Menanggapi dugaan adanya intimidasi terhadap seorang siswa, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY mengambil langkah untuk menuntaskan persoalan ini.
Kepala Disdikpora DIY, Raden Suci Rohmadi mengatakan pihaknya tetap akan menindaklanjuti dugaan tersebut untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa berdasarkan fakta dan keterangan pihak-pihak terkait.
“Apakah membuat video itu memang diminta, diintimidasi untuk membuat video klarifikasi atau tidak, itu nanti yang kami simpulkan,” ungkap Suci, pada Kamis (17/9/2026).