- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @kotawates_
Polemik Kasus Pelecehan Seksual SMAN 1 Sentolo Berbuntut Panjang, Siswa Diduga Diintimidasi Usai Viral
tvOnenews.com - Seorang siswi SMAN 1 Sentolo, Kulon Progo, DI Yogyakarta diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum petugas keamanan (satpam) sekolah.
Laporan diterima oleh guru BK setelah seorang siswi memberitahukan bahwa dirinya diduga menjadi korban pelecehan seksual, pada 31 Juli 2026.
Pihak sekolah mengungkapkan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oknum satpam tersebut mulai dari menatap dengan pandangan tertentu, mencolek tangan siswi, hingga merangkulnya.
Menanggapi laporan tersebut, pihak sekolah secara internal menyelesaikannya dengan penyedia jasa petugas keamanan dan memberikan sanksi.
Setelah proses sanksi tersebut, seorang siswa mengunggah sebuah poster berisi aspirasi para siswa yang menyinggung tentang kasus dugaan pelecehan seksual tersebut hingga viral di media sosial.
Poster tersebut bertujuan mewakili para siswa yang masih merasa tidak nyaman dengan keberadaan oknum yang masih bertugas di lingkungan sekolah.
Namun, siswa pembuat poster tersebut justru meminta maaf dan memberikan video klarifikasi atas perbuatannya tersebut.
Hal ini justru menimbulkan polemik bahwa diduga siswa tersebut mendapatkan intimidasi.
Isi Video Klarifikasi
- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @kotawates_
Seorang siswa menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak atas poster berisi aspirasi siswa yang ia buat hingga viral di media sosial.
“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak terutama sekolah saya sendiri, SMAN 1 Sentolo tentang saya membuat poster yang mungkin telah menyinggung beberapa pihak,” ungkap siswa pembuat poster, dikutip dari akun Instagram @kotawates.
Dirinya mengatakan bahwa poster tersebut dibuat bertujuan untuk menyalurkan aspirasi para siswa yang masih membungkam suaranya.
“Adanya maksud dan tujuan saya membuat poster adalah membantu menyampaikan aspirasi teman-teman yang tidak berani menyampaikan pendapat mereka,” ujarnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga berharap agar kasus serupa tidak lagi terjadi di lingkungan sekolah.
“Kemudian juga supaya kasus oknum security yang diduga melakukan pelecehan tidak terulang dan tidak terjadi lagi,” katanya.
Oleh karena itu, siswa tersebut meminta maaf lantaran ia mengaku tidak memastikan perkembangan kasus kepada pihak sekolah.
Para siswa masih merasa tidak nyaman, terutama bagi terduga korban pelecehan seksual yang disebut masih memiliki trauma ketika oknum masih bertugas di lingkungan sekolah.