- tangkapan layar instagram medantalk
Viral Pegawai SPPG Makan Chicken Katsu Sambil Olok-olok Korban, Begini Respons BGN
- tangkapan layar instagram medantalk
BGN Beri Teguran dan Ingatkan Etika Komunikasi
Gagat mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti persoalan tersebut. Tidak hanya pegawai yang bersangkutan, SPPG juga mendapatkan teguran.
“Betul, dari kami juga sudah memberikan teguran kepada SPPG dan yang bersangkutan,” ujarnya.
BGN menyatakan setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan dan berdampak kepada penerima manfaat harus ditanggapi secara serius. Menurut Gagat, respons terhadap masyarakat yang diduga terdampak semestinya mengedepankan empati dan kemanusiaan.
“Kami prihatin dan menyayangkan apabila benar terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak. Dalam kondisi seperti ini, yang harus dikedepankan adalah rasa kemanusiaan, empati, sensitivitas, dan saling menghormati,” ujar Gagat.
Ia juga mengingatkan agar jajaran SPPG tidak menjadikan kejadian yang menimpa penerima manfaat sebagai bahan candaan maupun olok-olok.
Di sisi lain, Gagat menekankan pentingnya penggunaan istilah yang tepat selama proses pemeriksaan masih berlangsung. Menurutnya, kata “dugaan”, “indikasi”, maupun “informasi awal” harus digunakan sesuai konteks hingga proses verifikasi dan pembuktian selesai.
“Kita harus bisa membedakan antara memberikan klarifikasi, memberikan pendapat, dan memberikan penilaian terhadap suatu kejadian. Jangan sampai karena ingin memberikan komentar, justru muncul pernyataan yang tidak sensitif dan kemudian memperbesar persoalan,” katanya.
Gagat juga meminta seluruh jajaran SPPG, mulai dari koordinator wilayah, koordinator kecamatan, kepala SPPG, pengawas gizi, pengawas keuangan hingga personel lainnya, menjaga etika komunikasi, termasuk ketika menggunakan media sosial.
Aktivis Dorong Sanksi Lebih Tegas
Persoalan tersebut tidak hanya mendapat perhatian dari BGN. Kepala Divisi Humas Jogja Police Watch (JPW) sekaligus aktivis Jogja Corruption Watch (JCW), Baharuddin Kamba, meminta agar sanksi terhadap pegawai yang berada dalam video tersebut diperberat.
Kamba menilai, jika video tersebut memang ditujukan untuk menyindir korban dugaan keracunan MBG, tindakan tersebut tidak sejalan dengan posisi petugas yang bekerja dalam pelayanan publik.
"Sebagai orang tua sekaligus aktivis Jogja Corruption Watch (JCW), saya mengecam keras tindakan tersebut yang seakan-akan mengolok-olok korban yang diduga hilang ingatan setelah menyantap menu MBG," kata Kamba.