- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @matcharaku
Buntut Tolak Pungli, Pedagang Matcha di Alkid Yogyakarta Ngaku Didesak Hapus Video Curhatannya
tvOnenews.com - Polemik mengenai keberadaan pungli di Kota Yogyakarta kini semakin berkembang di masyarakat.
Persoalan ini berawal dari adanya seorang pengusaha kuliner yang berani bersuara lantaran menghadapi pungutan liar (pungli) di kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid) Yogyakarta.
Seorang pengusaha kuliner Food Truck Bolosego, Dyah Laily Fardisa memutuskan untuk tidak melanjutkan berjualan di kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid) Yogyakarta lantaran berhadapan dengan pungutan liar (pungli).
Mendengar curhatan Dyah di media sosial, ternyata tak sedikit pedagang yang mengalami hal yang sama dengannya.
Salah satunya yaitu pedagang UMKM Matcha Raku yang berjualan di Alun-Alun Kidul Yogyakarta.
Pedagang Matcha itu tidak menyangka bahwa video ceritanya akan disaksikan oleh banyak orang. Kini ia memberikan klarifikasi mengenai curhatannya tersebut.
Klarifikasi Pedagang Matcha Raku
- tvOnenews.com Edit / TikTok @matcharaku
Pemilik usaha kuliner Matcha Raku ini meminta maaf atas keramaian yang terjadi di media sosial karena videonya.
Dirinya mengaku tidak menyangka video ceritanya mengenai pungli akan viral di media sosial.
Awalnya ia merasa takut dan ragu ketika akan mengunggah video curhatannya saat menghadapi pungli.
Namun setelah melihat Mbak Dy membuat video menghadapi pungli, ternyata banyak pedagang yang merasa pernah mengalami hal yang sama.
Hal ini yang membuat dirinya berani untuk tetap membuat video tersebut.
Wanita pelaku UMKM ini mengaku sempat didatangi oleh sejumlah pihak yang meminta videonya diturunkan.
“Dan kemarin itu sudah ada pihak juga yang menghubungi aku untuk menurunkan videonya, minta takedown videonya. Tetapi menurut aku, aku rasa udah lah biarin saja untuk jadi pembelajaran kita semua,” ungkap pemilik usaha Matcha Raku pada aku Instagram @matcharaku.
Dengan adanya pihak yang meminta videonya diturunkan, seketika dirinya teringat dengan apa yang dialami Dyah dan manajemen Bolosego.
“Aku jadi ngebayangin nih jadinya mbak Dy yang kemarin, jadi pihaknya Bolosego ternyata ini rasanya. Sebenarnya aku takut dan deg-degan juga. Sampai kemarin di gerobak aku banyak didatangi wartawan, terus banyak teman-teman yang datang bahkan mensupport ‘semangat ya mbak’. Terima kasih banget buat kalian atas supportnya,” jelasnya.