news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemilik usaha kuliner Matcha Raku turut bagikan pengalamannya terkait polemik pungli.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Instagram @matcharaku

Buntut Tolak Pungli, Pedagang Matcha di Alkid Yogyakarta Ngaku Didesak Hapus Video Curhatannya

Polemik mengenai keberadaan pungli di Kota Yogyakarta diungkapkan oleh pengusaha kuliner Food Truck Bolosego, Dyah Laily Fardisa. Pedagang Matcha akui hal sama
Selasa, 22 September 2026 - 16:51 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Polemik mengenai keberadaan pungli di Kota Yogyakarta kini semakin berkembang di masyarakat.

Persoalan ini berawal dari adanya seorang pengusaha kuliner yang berani bersuara lantaran menghadapi pungutan liar (pungli) di kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid) Yogyakarta.

Seorang pengusaha kuliner Food Truck Bolosego, Dyah Laily Fardisa memutuskan untuk tidak melanjutkan berjualan di kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid) Yogyakarta lantaran berhadapan dengan pungutan liar (pungli).

Mendengar curhatan Dyah di media sosial, ternyata tak sedikit pedagang yang mengalami hal yang sama dengannya.

Salah satunya yaitu pedagang UMKM Matcha Raku yang berjualan di Alun-Alun Kidul Yogyakarta.

Pedagang Matcha itu tidak menyangka bahwa video ceritanya akan disaksikan oleh banyak orang. Kini ia memberikan klarifikasi mengenai curhatannya tersebut.

Klarifikasi Pedagang Matcha Raku

Pedagang Matcha Suarakan Tolak Pungli
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / TikTok @matcharaku

Pemilik usaha kuliner Matcha Raku ini meminta maaf atas keramaian yang terjadi di media sosial karena videonya.

Dirinya mengaku tidak menyangka video ceritanya mengenai pungli akan viral di media sosial. 

Awalnya ia merasa takut dan ragu ketika akan mengunggah video curhatannya saat menghadapi pungli. 

Namun setelah melihat Mbak Dy membuat video menghadapi pungli, ternyata banyak pedagang yang merasa pernah mengalami hal yang sama.

Hal ini yang membuat dirinya berani untuk tetap membuat video tersebut.

Wanita pelaku UMKM ini mengaku sempat didatangi oleh sejumlah pihak yang meminta videonya diturunkan.

“Dan kemarin itu sudah ada pihak juga yang menghubungi aku untuk menurunkan videonya, minta takedown videonya. Tetapi menurut aku, aku rasa udah lah biarin saja untuk jadi pembelajaran kita semua,” ungkap pemilik usaha Matcha Raku pada aku Instagram @matcharaku.

Dengan adanya pihak yang meminta videonya diturunkan, seketika dirinya teringat dengan apa yang dialami Dyah dan manajemen Bolosego.

“Aku jadi ngebayangin nih jadinya mbak Dy yang kemarin, jadi pihaknya Bolosego ternyata ini rasanya. Sebenarnya aku takut dan deg-degan juga. Sampai kemarin di gerobak aku banyak didatangi wartawan, terus banyak teman-teman yang datang bahkan mensupport ‘semangat ya mbak’. Terima kasih banget buat kalian atas supportnya,” jelasnya. 

Wanita tersebut mengatakan masalahnya sudah terselesaikan, ia juga berharap segala hal yang telah terjadi menjadi pembelajaran bersama. 

“Kita kembali lagi tagline nya Jogja, yang katanya ‘Jogja Berhati Nyaman’. Karena banyak yang senang ke Jogja, jangan sampai mereka kapok untuk ke Jogja. Kita kembalikan lagi Jogja Berhati Nyaman, orangnya baik-baik, makanannya murah-murah dan enak-enak. Kita kembalikan lagi seperti itu, nyaman untuk semua orang dan wisatawan,” pungkasnya.

Tolak Pungli Berujung Dikucilkan Tetangga

Sebelumnya, pedagang Matcha ini mengaku sangat mengerti dengan apa yang dialami Dyah Laily Fardisa, pemilik dari usaha Bolosego saat menghadapi pungli.

Ternyata banyak orang yang memiliki pengalaman yang sama, salah satunya pedagang Matcha Raku yang berjualan di kawasan Alun-Alun Kidul Yogyakarta.

Pemilik Matcha Raku ini mengatakan bahwa dirinya memiliki keterkaitan dengan apa yang dialami Mbak Dy. Untuk itu, dirinya dengan tegas menolak keberadaan pungli.

Bahkan, dirinya sampai dikucilkan oleh tetangga lantaran menolak adanya pungli.

“Aku pertegas sekali lagi, kalau Matcha Raku juga tidak mendukung pungli. Walaupun pada akhirnya, karena kita menolak pungli kita dimusuhi, diperlakukan tidak enak, diomongin nggak enak, dan dikeluarin dari grup Whatsapp pedagang setempat sama mereka,” jelas penjual minuman Matcha itu.

“Cuma ya udah, aku di sini cari duit, nggak nyari bolo (kawan), nggak nyari konco (teman), jadi kalau misalnya aku mau dimusuhi ya monggo saja,” sambungnya.

Setelah adanya kejadian tersebut, pemilik Matcha Raku mengingatkan bahwa kesulitan menjadi pelaku UMKM salah satunya karena menghadapi pungli dan premanisme.

(kmr)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:32
01:11
02:32
01:23
02:47
08:29

Viral