- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, PP Muhammadiyah: Jadikan Kritik sebagai Jalan Perbaikan
Sleman, tvOnenews.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengingatkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar menjadikan kritik masyarakat sebagai bahan evaluasi dan jalan untuk memperbaiki berbagai kekurangan.
Memasuki dua tahun pemerintahan, kebijakan publik diharapkan semakin berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan kepentingan bangsa.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, kritik merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi. Pemerintah perlu menerima sebagai masukan untuk memberikan dampak kemajuan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Jadikan masukan kritik itu sebagai energi untuk melakukan perbaikan-perbaikan atas kekurangan selama dua tahun pemerintahan itu berlangsung," kata Haedar di Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (21/10/2026).
Dalam kurun waktu dua tahun ini, pemerintah masih memiliki sejumlah tantangan dalam membangun bangsa. Persoalan ekonomi hingga kondisi global yang selalu hadir tentunya membutuhkan perhatian.
Menurut Haedar, pemerintah memiliki kewajiban dan tanggung-jawab untuk memanajemen berbagai persoalan tersebut.
"Menjadi kewajiban dan tanggung-jawab pemerintahan untuk selalu memitigasi bangsa dan negara ini dengan baik," ujarnya.
Haedar juga menekankan bahwa visi dan misi program prioritas pemerintahan yang terangkum dalam asta cita presiden terwujud melalui kebijakan politik yang strategis maupun taktis harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Di sektor ekonomi, pemerintah perlu memperhatikan berbagai persoalan termasuk bagaimana mengatasi inflasi, kondisi pasar modal, dan pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, prioritas pembangunan harus diarahkan pada sektor yang paling dibutuhkan masyarakat terutama pendidikan dan ekonomi.
"Kami yakin dengan institusi yang ada mestinya bisa menyampaikan hasilnya. Bersamaan dengan itu, perlu prioritas-prioritas yang paling dirasakan, diperlukan dan menyangkut hajat hidup orang banyak di bidang pendidikan dan ekonomi," tutur Haedar.
Ke depan, Haedar berharap pemerintahan Prabowo-Gibran dapat bekerja lebih dinamis dan progresif pada tahun-tahun mendatang.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membangun komunikasi dan relasi masyarakat yang lebih berorientasi kebangsaan, bukan berorientasi politik sempit dan sebagainya.
"Jadi berhubungan dengan seluruh kekuatan bangsa, jangan dasarnya kesempitan politik. Tapi harus pertimbangan politik pembangunan agar lebih genuine, agar lebih autentik, dan bisa memobilisasi dengan kesadaran kolektif bangsa bersatu membangun Indonesia," pungkasnya. (scp/buz)