- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
KAI Bandara Layani Lebih dari 5,4 Juta Penumpang Sepanjang Tahun 2026
Yogyakarta, 5 November 2026 – PT Railink (KAI Bandara) mencatat sebanyak 5.479.865 penumpang telah menggunakan layanan kereta api bandara sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Oktober 2026. Capaian ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik berbasis kereta api yang menghubungkan berbagai kawasan strategis, khususnya akses menuju dan dari bandara serta pusat aktivitas masyarakat.
Dari total tersebut, layanan KAI Bandara di wilayah Sumatera Utara melalui KA Srilelawangsa melayani sebanyak 3.554.439 penumpang. Sementara itu, layanan KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mencatat sebanyak 1.925.414 penumpang, terhitung sejak Januari hingga 16 September 2026, sebelum pengalihan operasional layanan kepada KAI Commuter pada 17 September 2026.
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan bentuk kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan.
"Kepercayaan masyarakat menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan. Kami juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah dan para pemangku kepentingan, dalam mendukung keberlangsungan layanan kereta api bandara," ujarnya.
Di wilayah Sumatera Utara, KA Srilelawangsa terus berperan dalam mendukung konektivitas masyarakat melalui sejumlah stasiun yang menghubungkan Kota Medan, Kota Binjai, hingga Kabupaten Langkat. Kehadiran layanan ini memberikan alternatif mobilitas yang terjangkau bagi masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah yang dilalui.
PT Railink berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan transportasi publik yang terintegrasi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui layanan KA Srilelawangsa di Sumatera Utara, KAI Bandara berharap dapat terus menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. (Scp/Ard)