- Istimewa
Khoirun Nisa, Sosok Milenial Pendiri Rumah Kreasi Memaknai HUT ke-77 RI
Ada juga lomba yang mengharuskan konsentrasi dan koordinasi tingkat tinggi seperti lomba balap karung yang tak jarang diselingi dengan iringan lagu dangdut. Tiap kali panitia memutar lagu dangdut melalui pengeras suara, peserta lomba wajib berhenti balap karung dan berjoget di tengah arena. Gelak tawa dari kejauhan menjadi penanda sedang berlangsungnya perlombaan 17 Agustusan.
Identitas Budaya Indonesia yang dua bulan yang lalu, Presiden Joko Widodo mengajak semua komponen bangsa untuk mengaktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu diungkapkan pada saat peringatan Hari Lahir Pancasila di Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/6/2022).
Ajakan Presiden ke-7 Republik Indonesia ini menemukan tantangannya di saat semua komponen bangsa menghadapi kenyataan ekonomi, sosial, teknologi, budaya, politik, globalisasi, dan komunikasi yang berbasiskan teknologi dan internet.
“Dua momentum istimewa bagi bangsa dan negara ini dirayakan dengan kemeriahan yang berbeda. Di satu sisi, kita butuh internalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila karena itulah pusat kehidupan berbangsa dan bernegara, namun, kemeriahan hari ulang tahun Pancasila dirayakan dalam atmosfer kekhidmatan,” kata Donum Theo, Aparatur Sipil Negara di Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, di Jakarta, Rabu (17/8/2022).
Di sisi lain, lanjut Theo, kemeriahan hari ulang tahun kemerdekaan republik ini terwujud di atas kebiasaan tahunan yang sudah mendarah daging.
“Bahkan, kehadiran teknologi dan internet tidak dapat menggantikan pola perilaku masyarakat kita dalam perayaan kemerdekaan sampai hari ini, tetap lebih dominan lomba luring dibandingkan dengan daring,” katanya.
Lomba daring dalam rangka merayakan kemerdekaan tidak memiliki akar dalam tradisi dan budaya sebagai identitas bangsa Indonesia.
“Mungkin nanti hanya generasi Z dan generasi Alfa kita yang lebih menikmati lomba daring melalui gawai berbasis teknologi internet, dan bukannya tanpa tantangan karena dua generasi ini tengah dicap sebagai generasi stroberi yang unik namun rapuh,” tegas laki-laki kelahiran Yogyakarta ini.
Bersama Membangun Bangsa
Identitas budaya bangsa Indonesia tercermin dalam setiap nilai dan butir pengalaman Pancasila. Sayangnya, cerminan itu menjadi buram dengan serbuan hoaks, ujaran kebencian, hingga intoleransi yang bermunculan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.