- ANTARA
Menlu Sebut Pertemuan Sherpa G20 Harus Ada Hasil Konkret Untuk Jawab Tantangan Global
Pertemuan Sherpa dilakukan secara hybrid dengan dihadiri oleh 38 delegasi yang terdiri dari 19 anggota G20, sembilan negara undangan, dan 10 organisasi internasional. Sebanyak 23 delegasi hadir secara fisik dan sisanya secara virtual.
Guna menonjolkan prinsip inklusivitas, untuk pertama kalinya dalam sejarah G20 mengundang negara kepulauan kecil dari Pasifik dan Karibia, di samping negara berkembang lain dari Afrika, ASEAN, dan Amerika Latin.
Negara-negara Karibia diwakili oleh ketua Caribbean Community (CARICOM) yang saat ini dipegang oleh Antigua dan Barbuda, sementara negara-negara Pasifik diwakili oleh ketua Pacific Islands Forum (PAF) yang saat ini dipegang oleh Fiji.
Sejumlah organisasi internasional seperti IMF, ILO, ADB, WHO, Bank Dunia, dan WTO juga turut diundang.
Secara khusus G20 mengundang Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus yang hadir secara virtual dan Managing Director Bank Dunia Mari Elka Pangestu yang hadir secara fisik.
Kedua pemimpin organisasi internasional itu akan memberikan pengarahan mengenai kondisi kesehatan dan ekonomi global terkini. (ant/ito)