news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Sumber :
  • Humas Kementan

Viral Buang Susu Gegara Ada Pembatasan Kiriman ke Pabrik Olahan, Peternak dan Pengusaha Akhirnya Damai

Peternak dan pengusaha memutuskan untuk damai setelah video buang-buang susu viral di media sosial lantaran adanya batasan pengiriman ke pabrik olahan terjadi.
Selasa, 12 November 2024 - 11:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Media sosial sempat dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan seorang peternak susu sapi yang membuang susu hasil produksinya di atas truk bak terbuka. 

Hal ini terjadi sebagai bentuk protes dari peternak dan pengepul susu menyusul adanya pembatasan kuota kiriman susu ke pabrik olahan.

Saat ini, perwakilan pengepul dan peternak susu sapi yang membuang-buang susu hasil produksinya itu akhirnya dipertemukan dengan pengusaha. Keduanya akhirnya memutuskan untuk damai dan diawasi oleh Mentan Andi Amran. 

"Kami sudah mempertemukan industri, peternak, dan pengepul. Semuanya sudah sepakat untuk berdamai,” kata Mentan saat konferensi pers seusai pertemuan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta, Senin.

Andi Amran menejlaskan bahwa mengungkapkan bahwa dalam mediasi tersebut, semua pihak yang terlibat bersepakat untuk bekerja sama agar produksi susu dalam negeri dapat terserap.

Amran menuturkan bahwa sebagai langkah konkret, Kementan akan mengubah regulasi untuk mewajibkan industri susu menyerap susu dari peternak lokal.

“Seluruh industri wajib menyerap susu peternak. Kami sudah sepakati, tandatangani, dan kirim surat ke dinas peternakan provinsi dan kabupaten untuk ditindaklanjuti,” ungkap Mentan.

Dengan adanya kebijakan ini, industri pengolahan susu nasional harus bisa menyerap semua susu peternak, kecuali susu memang mengalami kerusakan.

Mentan meyakini, kebijakan ini akan berdampak pada meningkatnya gairah para peternak sapi perah dalam berproduksi.

“Kami harapkan industri bersama pemerintah turun tangan untuk membina para peternak dan membantu meningkatkan kualitas susu dalam negeri," ujarnya. (ant/nsp)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
01:22
05:11
01:38
03:33
22:38

Viral