news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto.
Sumber :
  • Istimewa

Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029 Merupakan Target yang Matang

Bappenas sebut proyeksi pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen merupakan target dan membutuhkan usaha serta pelaksanaan program yang baik dan perencanaan matang.
Jumat, 6 Desember 2024 - 09:36 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen pada tahun 2029 adalah sebuah target sekaligus langkah intervensi.

Pernyataan ini diberikan saat Investor Network Summit 2024 yang diselenggarakan oleh PT Mirae Asset Sekuritas di Jakarta pada hari Kamis (5/12/2024). 

“Transformasi ekonomi untuk menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen ini akan menjadi sasaran pembangunan kita lima tahun ke depan (Rencana Pembangunan Jangka Menengah/RPJMN 2025-2029). Trajektori pertumbuhan ekonomi seperti inilah yang kita set (atur) sebagai target dalam lima tahun ke depan. Kalau kami menyusun target pembangunan itu bukan hanya sekedar merumuskan proyeksi, tetapi kita proyeksi ditambah dengan intervensi,” ungkap Amalia. 

Yang dimaksud dengan intervensi adalah usaha, perencanaan yang matang, dan pelaksanaan program yang baik agar dapat mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Dia menekankan bahwa target tersebut selaras dengan visi-misi Presiden RI Prabowo Subianto, sehingga perlu didukung bersama oleh semua pihak yang terlibat.

"Ini adalah target yang perlu kita kawal bersama dan dikawal ini artinya bukan hanya dari pemerintah. Ini juga harus dikawal oleh seluruh pelaku pembangunan, termasuk privat sector,” ucapnya yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen, stabilitas ekonomi makro dianggap perlu dijaga dan transformasi ekonomi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas investasi harus dijalankan.

Peningkatan kualitas pembangunan juga dianggap penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintah memiliki 8 strategi ditambah 1 untuk mempercepat pencapaian target pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun ke depan. Ini mencakup peningkatan produktivitas pertanian, industrialisasi yang berorientasi pada ekspor dan berkelanjutan, ekonomi biru dan hijau, pariwisata serta ekonomi kreatif, serta urbanisasi sebagai pusat perkembangan ekonomi, dan transformasi digital.

Selain itu, ada fokus pada investasi (terutama dari modal asing yang berorientasi pada ekspor dan investasi di luar Anggaran Pendapatan Belanja Negara/APBN), serta pengeluaran negara untuk meningkatkan produktivitas seperti program Makan Bergizi Gratis, pembangunan 3 juta rumah setiap tahun, dan program serupa lainnya.

“Plus satunya adalah enabling environment, yaitu deregulasi perizinan, serta kebijakan fiskal dan moneter yang pro growth. Jadi fiskal dan moneter pun juga selain pro-stability, harus juga pro-growth,” kata dia.

Industrialisasi dianggap sebagai kunci penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen melewati hilirisasi (di agro, tambang, dan sumber daya laut), industri dasar (kimia dan logam), serta industri berbasis teknologi inovasi (farmasi, elektronik, dan alat transportasi), industri berbasis tenaga kerja terampil, dan industri jasa.

Mengenai hilirisasi, telah ditentukan 15 sektor unggulan komoditas. Ini termasuk nikel, tembaga, bauksit, timah, kelapa sawit, kelapa, rumput laut, minyak bumi, gas bumi, besi-baja, pasir silika, garam, ikan Tuna-Cakalang-Tongkol (TCT), udang, dan tilapia. Semua komoditas itu dikembangkan melalui hilirisasi untuk mendukung semua kebutuhan industri prioritas.

Sebagai langkah untuk mengurangi ketidaksetaraan antar wilayah, industrialisasi akan didorong melalui 24 Kawasan Industri (KI) dan 4 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tersebar dari bagian barat hingga timur Indonesia.

Kebijakan industrialisasi dianggap penting karena kebutuhan akan bertambahnya lapangan kerja layak bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa bonus demografi. 

Pemerintah juga menekankan pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 3 Destinasi Regeneratif (Bali, DKI Jakarta, dan Kepulauan Riau) untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. 

Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025, beberapa sasaran yang ingin dicapai antara lain pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,3 persen, inflasi tetap dalam kisaran target 2,5 plus minus satu persen, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,5-5,5 persen, penurunan tingkat kemiskinan ekstrem menuju 0 persen, dan pendapatan nasional bruto mencapai 7.920 dolar Amerika Serikat (AS) per orang. 

Rencana pertumbuhan ekonomi untuk 2026 adalah 6,3 persen, diikuti dengan 7,3 persen pada 2027, 7,7 persen pada 2028, dan 8 persen pada 2029. Rata-rata pertumbuhan ekonomi selama lima tahun ke depan diperkirakan sebesar 7,0 persen. 

“Kami ingin mengajak kita semua untuk berkolaborasi, karena we are not predicting our future, but we are shaping our future. Oleh sebab itu, let's shape the future of economy of Indonesia, untuk kita bisa sama-sama mengawal cita-cita kita bersama berujung pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ujar dia. (ant/nsp)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:50
05:20
07:41
02:19
00:36
05:45

Viral