- Dok. Kadin Indonesia
Ketum Kadin Anindya Bakrie Dorong Kolaborasi Strategis Indonesia-India dalam Forum CEO di New Delhi, Paparkan Sektor Pangan hingga 3 Juta Rumah
New Delhi, tvOnenews.com - Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara Indonesia dan India dalam berbagai sektor.
Hal tersebut disampaikan saat berbicara di India-Indonesia CEOs Forum yang diselenggarakan oleh Confederation of Indian Industry (CII) dan Kadin Indonesia di Ballroom Mansigh, Hotel Taj Mahal, New Delhi, India, Sabtu (25/1/2025).
Kedua negara ingin bekerja sama di sektor ekonomi guna mendukung target menjadi negara ketiga terbesar ekonomi di dunia tahun 2030 untuk India, dan ketujuh ekonomi terbesar di dunia untuk Indonesia di tahun yang sama.
Kolaborasi India-Indonesia yang dimaksud Anindya Bakrie, khususnya berfokus pada pangan, pertanian, energi bersih, teknologi, hingga sumber daya manusia.
“Kita hidup di zaman cerdas, di mana ada lebih banyak hal yang bisa kita lakukan dengan teknologi. Kita juga hidup dalam resesi geopolitik di mana ada banyak polarisasi di dalam wilayah, dan kita juga hidup di masa depan yang berkelanjutan,” ujar Anindya Bakrie.
Dalam forum yang mempertemukan pemimpin usaha dari kedua negara tersebut, Anindya mengungkapkan rasa bangganya atas keterlibatan Indonesia dalam forum ini.
Mengingat sektor pangan dan pertanian menjadi fokus utama dalam diskusi tersebut, Anindya menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan dan manufaktur melalui kerja sama dengan India.
“Seperti yang disebutkan Mr. Ajay Shriram (Managing Director, DCM Shriram Consolidated Ltd), fokus saat ini adalah di bidang pangan dan pertanian. Indonesia sangat serius dalam bermitra untuk ketahanan pangan dan manufaktur, berkolaborasi untuk pertumbuhan bersama,” jelas CEO Bakrie & Brothers tersebut.
Selain itu, Ketum Kadin Periode 2024-2029 itu juga menyoroti pentingnya kerja sama di bidang kesehatan, farmasi, dan transisi energi.
Anindya yang hadir bersama Ketua Dewan Penasihat Kadin Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan, pihak Indonesia sangat serius untuk berpartner.
“Kami melakukan banyak perdagangan dan investasi, dan kami dapat melakukan lebih banyak lagi, termasuk kesehatan dan farmasi melalui sinergi antara India dan Indonesia. Serta transisi energi, beralih ke energi bersih, yang mana kami sangat serius dalam hal ini,” tambahnya.
- Dok. Kadin Indonesia
Dalam kesempatan ini, Anindya juga menyampaikan dua isu utama lain yang menjadi perhatian khusus Indonesia, yakni sektor perumahan dan pengembangan sumber daya manusia.
Di hadapan para petinggi bisnis India, Anindya Bakrie juga menyampaikan bahwa Indonesia saat ini sedang merealisasikan program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Pihaknya berharap India dengan berbagai sumber daya yang dimiliki, termasuk SDM, dapat ambil peran dalam program prioritas Indonesia tersebut.
"Kami sedang memulai (pembangunan) 3 juta rumah per tahun, perumahan yang terjangkau di Indonesia. Dan kami membutuhkan banyak kolaborasi dengan India untuk sektor ini,” ujar pengusaha berusia 50 tahun tersebut.
“Kami juga menyoroti sisi sumber daya manusia. Satu hal yang telah kami lihat. Di India, pembangunan sumber daya manusia berjalan dengan sangat baik, dan cukup infrastruktur dalam pengembangan sumber daya manusia, dan itu adalah hal lain yang juga ingin kami fokuskan,” lanjutnya.
Mengakhiri gagasannya, Anindya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. India-Indonesia CEOs Forum kali ini diharapkan menjadi momentum penting bagi kedua pihak untuk memperkuat hubungan ekonomi dan mendorong kerja sama yang lebih erat, berkelanjutan dan inklusif.
Pada acara tersebut, pembahasan sektor pangan dan agrikultur disampaikan oleh Ketua CII Ajay Shriram dan Chairman PT Wali Asia Investama Rico Rustombi.
Sedangkan sektor manufaktur akan dipaparkan oleh Chairman EEPC India Pankaj Chadha, dan CEO Bukaka Teknik Utama, Afifuddin Kalla.
Adapun sektor kesehatan dan farmasi dibuka oleh Executive Director MSN Labs Mandha Nikhil Teja Reddy, serta CEO Mayapada Hospital Jonathan Thahir.
Pembicara di sektor transisi energi adalah Director Indian Oil Senthil Kumar Director yang akan didampingi CEO PT Pertamina Simon A Mantiri.
Sedangkan diskusi mengenai sektor teknologi akan dibawakan oleh Co-Founder & CEO AIon OS C P Gurnani serta CEO GoTo Group, Patrick Waluyo. (rpi)