news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Proyek pengolahan limbah Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Paket I yang sedang dikerjakan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)..
Sumber :
  • Dok. WIKA

Tinjau Proyek Pengelolaan Limbah Zona 1 di Pluit, Pramono Anung Targetkan Rampung 2027

Fasilitas pengelolaan limbah JSDP Zona 1 disebut akan dapat mengalirkan limbah cair dari 220.000 rumah tangga atau kurang lebih 1 juta penduduk.
Kamis, 30 Oktober 2025 - 14:49 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meninjau pengerjaan proyek Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 atau proyek pengelolaan air limbah, di Jalan Pluit Selatan Raya 8-18, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis (30/10/2025).

“Hari ini secara khusus saya bersama dengan Ibu Dirjen dan Kepala Balai dan juga Kepala Dinas SDA, Walikota, asisten pembangunan, melihat, mengunjungi secara khusus untuk yang disebut dengan Jakarta Sewerage Development Project Zona 1,” kata Pramono, di Jakarta Utara, Kamis (30/10/2025).

Lebih lanjut Pramono menuturkan bahwa proyek yang telah dimulai sejak tahun 2023 ini, ditargetkan rampung pada tahun 2027.

“Proyek ini dimulai dari tahun 2023 dan harapannya akan bisa di tempat ini yang zona satu ini selesai di tahun 2027,” jelas Pramono.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira/tvOnenews

 

Nantinya tempat pengelolaan air limbah ini dapat memberikan aliran kepada 220.000 rumah tangga atau kurang lebih 1 juta penduduk. Pramono menegaskan bahwa proyek ini sangat strategis untuk Jakarta sebagai kota global.

“Sebenarnya projek ini projek yang sangat-sangat strategis. Sebagai kota global, kota inklusif, kota untuk ke depan, maka penanganan air limbah itu harus diatur dengan baik. Sekarang yang sudah selesai baru di zona nol yang ada di Setiabudi dan zona satu di sini, dan kemudian akan dimulai di zona enam,” ucap Pramono.

Sementara itu Pramono menyebutkan bahwa proyek ini mendapatkan kritik dari masyarakat, terutama soal kemacetan lalu lintas. Setelah dilakukan peninjauan, terlihat bahwa pengerjaannya di bawah kedalaman 30 meter. 

“Sehingga dengan demikian ini adalah proyek yang memang benar-benar diperlukan untuk Jakarta agar persoalan limbah bisa tertangani secara baik,” tutur Pramono.

Kemudian Pramono menegaskan nantinya pihaknya bersama pemerintah pusat akan melakukan pengaturan air bersih dan limbah secara bersama-sama, untuk memudahkan warga Jakarta membuang limbah dan mendapatkan air bersih.

“Dan ke depan, saya akan mengatur nanti bersama-sama dengan pemerintah pusat untuk pengaturan air bersih dan limbah ini diatur secara bersamaan, menjadi di-bundling. Sebab dengan pengaturan itu saya yakin ini akan lebih baik, lebih memudahkan terutama bagi warga Jakarta yang mereka memerlukan air bersih sekaligus memerlukan buangan limbahnya,” tukas Pramono. (ars/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:10
02:24
01:36
01:47
01:29
02:05

Viral