- Istockphoto
Indonesia Punya Modal Besar, DPR Ingatkan Jangan Cuma Jadi Penonton di Pasar Karbon Dunia
“Ini menunjukkan bahwa kita sudah melangkah jauh, tetapi masih perlu memperkuat kepercayaan. Platform sudah ada, pasar sudah dibentuk, tinggal bagaimana kita memastikan mekanismenya diterima dunia,” katanya.
Ateng menegaskan KTT Pasar Karbon tidak boleh sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan momentum strategis untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam perdagangan karbon global.
“Indonesia harus tampil percaya diri. Kita punya pengalaman, punya modal ekologis, dan punya instrumen kebijakan. Jangan sampai kita hanya jadi pasar, tetapi tidak diakui sebagai pemain utama,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah KTT Pasar Karbon, Indonesia juga bersiap menyelenggarakan konferensi perubahan iklim berikutnya.
Langkah ini dinilai akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai rujukan global dalam pengendalian perubahan iklim hingga 2030. (rpi/rpi)