- PNM
1.000 Pelajar Angkat Kisah Ibu Lewat MVP PNM, Buat Karya Visual yang Bukan Sekadar Konten Viral
Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak 1.000 pelajar tingkat SLTA dari berbagai daerah di Indonesia mengangkat peran ibu sebagai pahlawan dalam keluarga melalui ajang Madani Visual Parade (MVP) yang diselenggarakan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Kompetisi ini menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk menyalurkan karya visual yang tidak sekadar mengejar popularitas, tetapi sarat makna dan refleksi personal.
Di tengah tren pembuatan konten visual di kalangan pelajar, PNM menghadirkan MVP sebagai wadah yang memberi arah pada kreativitas siswa. Melalui lomba video bertema “Ibuku Pahlawanku”, peserta diajak menyusun narasi visual tentang sosok ibu sebagai figur terdekat dalam kehidupan.
MVP merupakan agenda nasional PNM yang bertujuan memberikan apresiasi kepada para ibu di Indonesia sekaligus menumbuhkan empati sosial di kalangan pelajar.
Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, cakupan MVP diperluas. Jika sebelumnya hanya diikuti siswa SMK dengan total hadiah puluhan juta rupiah, kini kompetisi ini terbuka bagi seluruh jenjang SLTA dengan total hadiah mencapai ratusan juta rupiah.
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria, menegaskan bahwa MVP bukan sekadar ajang lomba, melainkan sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk memaknai peran ibu melalui cerita visual yang berdampak.
“Kami melihat kreativitas anak-anak SLTA hari ini bukan hanya soal teknis pembuatan video, tetapi bagaimana mereka menggunakan konten sebagai cara membaca kondisi, menangkap realitas, dan menyampaikan pesan dengan empati. MVP kami hadirkan sebagai ruang belajar, ruang berekspresi, sekaligus ruang menumbuhkan perspektif,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).
Antusiasme peserta pun meningkat signifikan, dengan keterlibatan sekitar 1.000 siswa dari 86 sekolah di berbagai wilayah Tanah Air.
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa MVP memberinya sudut pandang baru dalam berkarya. "Biasanya kami bikin video supaya viral atau estetik. Tapi lewat MVP, kami belajar bikin konten yang punya makna, kayak refleksi tentang kota kami, tentang ibu kami, tentang hal-hal yang selama ini kami anggap biasa".
Nilai reflektif tersebut juga tercermin dalam rangkaian kegiatan bagi 10 finalis terbaik SLTA yang mengikuti winner tour selama tiga hari dua malam di Jakarta.