news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Program Currency Academy Bank Indonesia (BI)..
Sumber :
  • BI

Perkuat Kedaulatan Rupiah, BI Gelar Currency Academy untuk Mutakhirkan Teknologi Keamanan Uang 

Setelah rupiah sempat diakui sebagai salah satu uang kertas paling aman di dunia, BI menggelar Currency Academy untuk memperkuat kedaulatan serta keamanan uang.
Rabu, 21 Januari 2026 - 15:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Bank Indonesia (BI) sedang memperkuat upaya menjaga kedaulatan dan keamanan rupiah setelah seri uang kertas rupiah tahun 2022 meraih penghargaan Best New Series dari International Association of Currency Affairs (IACA).

Setelah diakui sebagai salah satu uang kertas paling aman di dunia, salah satu langkah yang ditempuh untuk BI saat ini adalah dengann menyelenggarakan program Currency Academy.

Program ini berfokus pada pelatihan lanjutan untuk memperdalam keahlian di bidang keamanan uang, sekaligus memperluas pemahaman terhadap tren global penggunaan uang tunai dan perkembangan teknologi.

Currency Academy dilaksanakan pada akhir 2025 melalui kerja sama dengan sejumlah mitra BI di Eropa yang bergerak di bidang teknologi sekuriti dan pencetakan uang kertas, seperti SICPA, Landqart, dan Koenig & Bauer.

Inisiatif ini menegaskan digadang jadi komitmen BI dalam menjaga integritas dan ketahanan rupiah, sekaligus berkontribusi pada stabilitas sosial dan ekonomi di tengah dinamika sistem keuangan global.

Lewat program ini, peserta yang berasal dari Departemen Pengelolaan Uang BI memperoleh pembekalan menyeluruh mengenai teknologi keamanan uang sepanjang siklus uang kertas.

Materi pelatihan mencakup proses produksi dan inovasi teknologi substrat kertas di Landqart, dilanjutkan dengan lokakarya serta kunjungan laboratorium SICPA untuk membahas teknologi tinta sekuriti dan analisis forensik.

Peserta juga mempelajari perkembangan teknologi pencetakan terkini bersama Koenig & Bauer Banknote Solutions.

“Currency Academy memperkuat kemampuan kami dalam menjaga integritas rupiah dengan memperdalam pemahaman kami tentang tren global uang tunai, teknologi keamanan, dan praktik berkelanjutan,” kata Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Muhammad Anwar Bashori dalam keterangan resmi, Rabu (21/1/2026).

Selain itu, Currency Academy menjadi forum diskusi mengenai arah dan masa depan penggunaan uang tunai di tengah percepatan digitalisasi ekonomi.

Pembahasan difokuskan pada penguatan sistem uang tunai yang aman, adopsi teknologi mutakhir, serta pengembangan aspek keberlanjutan melalui riset dan inovasi.

Diskusi juga menyoroti evolusi fitur keamanan uang kertas, termasuk security threads dan teknologi pencetakan canggih yang dinilai relevan bagi perekonomian modern seperti Indonesia.

“Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi dan kolaborasi, memastikan bahwa mata uang Indonesia tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan," imbuh Muhammad Anwar Bashori.

Dari sisi mitra, SICPA menegaskan komitmennya mendukung Bank Indonesia melalui penyediaan keahlian di seluruh siklus pengelolaan uang.

Hal tersebut disampaikan oleh Regional Managing Director Asia Pacific Region SICPA SA sekaligus Presiden Direktur PT SICPA-PERURI Securink, David Burke.

“Kami bangga mendukung Bank Indonesia melalui Currency Academy, dengan menyediakan keahlian di seluruh siklus uang tunai—mulai dari teknologi substrat dan tinta hingga fitur keamanan canggih,” kata David Burke.

“Tujuan kami adalah memungkinkan bank sentral mengadopsi solusi mutakhir yang meningkatkan keamanan uang kertas, efisiensi operasional, dan kedaulatan nasional.”

Currency Academy merupakan program kolaboratif antara BI dan SICPA yang dirancang untuk memperkuat kapasitas bank sentral dalam bidang keamanan uang dan teknologi.

Program ini dikembangkan bersama mitra internasional terkemuka di sektor tinta keamanan dan pencetakan uang kertas, serta memberikan pemahaman terintegrasi dari tahap produksi hingga peredaran uang tunai.

Melalui program ini, BI juga mendorong alih teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta percepatan inovasi berbasis kolaborasi publik-swasta.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya, mendukung keberlanjutan, serta memberikan dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi Indonesia. (rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
01:12
02:10
03:00
05:58
09:13

Viral