- Sekretariat Kabinet
Prabowo Pulang Bawa Oleh-oleh Sederet Capaian Strategis, Termasuk Investasi Rp90 T untuk Bangun Ribuan Kapal Ikan
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto akhirnya kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kenegaraan ke tiga negara.
Bukan pulang dengan tangan kosong, Presiden membawa sejumlah capaian penting bagi perekonomian dan kepentingan strategis nasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, kedatangan Presiden di Tanah Air disambut oleh sejumlah pejabat tinggi negara.
Tampak dalam foto yang diunggah Seskab Teddy di Instagram, mereka adalah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, serta Kepala Sekretariat Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.
"Pada Sabtu sore menjelang malam, 24 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto tiba di tanah air dengan menggunakan pesawat maskapai nasional Garuda Indonesia usai merampungkan rangkaian kunjungan ke tiga negara," ujar Teddy dikutip dari Instagram Sekretariat Kabinet di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Teddy menjelaskan, kunjungan luar negeri yang berlangsung selama lima hari tersebut ditutup dengan sejumlah hasil yang dinilai strategis dan berdampak langsung bagi kepentingan nasional Indonesia.
Menutup lawatan lima harinya, salah satu oleh-oleh yang dibawa Prabowo adalah kesepakatan investasi sektor maritim dengan Pemerintah Inggris senilai 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp90 triliun.
Kesepakatan ini juga mencakup rencana pembangunan 1.582 kapal perikanan di dalam negeri yang diperkirakan mampu menyerap hingga 600.000 tenaga kerja.
Di sektor pendidikan, Indonesia memperluas kerja sama dengan 24 universitas terkemuka di Inggris Raya.
Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan pendidikan kedokteran serta bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM.
Pada tataran diplomasi global, Indonesia resmi bergabung dalam Board of Peace (BOP) sebagai bagian dari kontribusi aktif dalam mendorong upaya perdamaian di Gaza.
Menurut Teddy, keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam proses pemulihan konflik.
Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan konsep ekonomi nasional bertajuk "Prabowonomics" dalam forum World Economic Forum (WEF) yang dihadiri oleh 65 kepala negara serta sekitar 1.000 pimpinan perusahaan global.
Rangkaian lawatan ini turut menghasilkan penguatan kerja sama konkret dengan Pemerintah Prancis di berbagai sektor strategis, sejalan dengan upaya memperkokoh posisi Indonesia dalam kerja sama internasional. (rpi)