news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Pedagang jamu gendong tradisional sedang melayani pembeli..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Dorong Jamu Tradisional Naik Kelas, DPR Harapkan Industri Besar Gandeng UMKM Lewat Pembinaan Terarah

DPR menilai penguatan kapasitas pelaku UMKM jamu tradisional dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar produk lokal ini mampu bersaing secara berkelanjutan.
Minggu, 25 Januari 2026 - 21:15 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenew.com - Tren konsumsi jamu sebagai minuman tradisional kembali menguat, terutama di kalangan generasi muda. Fenomena ini membuka peluang baru bagi pengembangan industri jamu lokal yang dikelola oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Seiring meningkatnya minat pasar, penguatan kapasitas pelaku UMKM jamu dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar produk tradisional mampu bersaing secara berkelanjutan.

Dukungan kebijakan dan pembinaan yang tepat diharapkan dapat mendorong jamu lokal naik kelas dari skala rumahan ke industri yang lebih mapan.

Melihat potensi tersebut, Komisi VII DPR RI mendorong adanya langkah konkret untuk memperkuat industri jamu lokal melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan dari pemerintah.

Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief menekankan pentingnya penguatan industri jamu lokal yang diproduksi UMKM agar mampu berkembang dan memiliki daya saing nasional.

Menurutnya, pembinaan harus melibatkan peran aktif pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Hendry menjelaskan, dukungan pemerintah diperlukan dalam penguatan kapasitas produksi, penerapan standar mutu, serta perluasan akses pasar.

Dengan langkah tersebut, produk jamu tradisional diharapkan dapat menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya terbatas di daerah tertentu.

"Khususnya di luar Jawa, pasar dan peminat usaha masih sangat besar. Kami sangat berharap dapat ada industri serupa sehingga dapat membantu ekonomi UMKM." kata Hendry, dikutip Minggu (25/1/2026).

Selain pembinaan industri, Hendry juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara industri jamu skala besar dengan UMKM sebagai pemasok bahan baku dari berbagai daerah.

Ia menilai banyak pelaku lokal memiliki potensi besar untuk bermitra, namun masih menghadapi keterbatasan informasi dan jaringan usaha.

Dorongan tersebut disampaikan Hendry saat melakukan kunjungan spesifik ke Pabrik Jamu Sido Muncul milik PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk di Provinsi Jawa Tengah pada 23 Januari 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Hendry melihat langsung proses transformasi Sido Muncul dari produsen jamu tradisional menjadi industri berskala nasional hingga global.

Model pengembangan tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha jamu lokal agar mampu meningkatkan skala dan kualitas usahanya.

Ia menilai keberhasilan Sido Muncul menjadi bukti bahwa jamu tradisional memiliki potensi besar apabila didukung pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan dari berbagai pihak.

Saat ini, industri obat bahan alam di Indonesia terdiri dari beberapa kategori, yakni Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT), Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT), Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA), serta Industri Obat Tradisional (IOT).

Kemenperin turut mendukung pengembangan obat berbahan alam, khususnya dalam aspek proses produksi dan teknologi manufaktur.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan House of Wellness sebagai fasilitas produksi obat bahan alam.

Fasilitas tersebut dilengkapi dengan sarana pengolahan simplisia, baik segar maupun kering, yang mendukung proses sortasi, pencucian, penirisan, perajangan, hingga pengeringan bahan baku.

Lewat penguatan pembinaan, kolaborasi industri, serta dukungan fasilitas produksi, pengembangan jamu lokal diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi UMKM sekaligus memperkuat industri obat bahan alam nasional.

Tren Minum Jamu Perlu Dirawat

Ilustrasi - Seorang penjual jamu gendong sedang menuangkan ramuan untuk pelanggan di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga juga sempat menyoroti fenomena ‘party jamu’ atau pesta meminum jamu yang viral oleh kalangan muda Gen Z.

Fenomena ini, menurutnya, selain bisa menghidupkan budaya minum jamu, tren ini memiliki nilai ekonomi bagi pelaku UMKM dan dapat menarik wisatawan, baik domestik maupun internasional yang ingin mencoba jamu.

“Kami di Komisi VII mendukung upaya terukur promotif, regulatif, dan pemberdayaan agar industri jamu naik kelas tanpa mengabaikan aspek keamanan dan standar mutu,” ujar Lamhot saat dihubungi tvOnenews, Selasa (25/11/2025).

Lamhot mengatakan kehadiran tren meminum jamu di kalangan generasi muda, khususnya gen Z, membuktikan adanya pergeseran persepsi bahwa jamu sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Tidak lagi sekadar obat tradisional.

Menurutnya, tren ini juga menjadi bukti bahwa gen Z masih memiliki minat untuk mengenal warisan budaya leluhur nusantara.

“Artinya tren party jamu kini viral di TikTok dan media online ini juga pasti berimbas pada sejumlah UMKM lokal yang melaporkan kenaikan permintaan dari segmen muda,” jelas kader Partai Golkar itu.

Dia pun mendukung budaya minuman jamu ini dimasukkan ke dalam paket wisata turis. Mulai dari pengenalan pembuatan jamu hingga mencobanya.

“Dorong destinasi wisata yang menampilkan workshop pembuatan jamu, pasar rempah, serta event party jamu yang edukatif sehingga menarik wisatawan domestik dan mancanegara,” ujar Lamhot. (ant/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:11
01:16
05:22
07:46
02:27
01:56

Viral