news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Thomas Djiwandono, dalam RDPU dengan Komisi XI DPR RI, Senin (26/1/2026)..
Sumber :
  • DPR RI

Thomas Djiwandono Terpilih Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ini Gebrakan Fiskal-Moneter yang akan Dilakukan

Thomas Djiwandono menyampaikan visinya untuk memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter usai terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru.
Senin, 26 Januari 2026 - 21:42 WIB
Reporter:
Editor :

Thomas menilai, sinergi kebijakan fiskal dan moneter sejatinya telah terbangun dengan baik. Namun, penguatan koordinasi masih perlu ditingkatkan, terutama melalui forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

“Jadi, sinergi ini penting dalam menghadapi risiko. Kalau kita melihat kilas ke belakang di masa COVID-19, di situ ada burden sharing yang sangat membantu kita dan di mana Kemenkeu juga melakukan ekspansi fiskalnya. Tapi saat ini ada program-program pemerintah yang didukung oleh semua lembaga yang masuk dalam KSSK,” kata Thomas.

Dalam sesi tanya jawab, Thomas turut menanggapi berbagai sentimen publik terkait proses pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI.

Ia menyadari adanya dinamika persepsi di masyarakat, namun menegaskan bahwa pembuktian kinerja menjadi satu-satunya cara meredam sentimen negatif.

“Memang latar belakang saya beraneka ragam, menurut saya itu aset saya. Saya banyak berkecimpung di swasta. Jadi saya mengerti betul pasar, dan sentimen pasar itu harus dibuktikan melalui fakta. Pembuktian saya akan saya lakukan melalui fakta bahwa saya akan bekerja sekuat tenaga seperti yang saya lakukan di Kemenkeu,” kata Thomas.

Ia juga mengonfirmasi telah mengundurkan diri dari jabatan Bendahara Umum Partai Gerindra sejak Maret 2025, seiring tugasnya di Kementerian Keuangan.

“Waktu itu masih di Kemenkeu, saya minta izin untuk tidak menjadi Bendahara Umum karena juga sudah 17 tahun, jadi perlu ada regenerasi,” jelas Thomas.

Lebih lanjut, Thomas menambahkan bahwa dirinya telah resmi keluar dari keanggotaan Partai Gerindra per 31 Desember 2025.

Keputusan tersebut diambil sebagai wujud komitmen terhadap independensi Bank Indonesia dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Ini adalah komitmen saya terhadap, pertama, independensi Bank Indonesia, tapi yang kedua juga adalah rasa profesionalisme saya,” kata Thomas.

Sebagai informasi, Thomas menjadi kandidat terakhir yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI untuk menggantikan Juda Agung.

Setelah seluruh rangkaian uji kelayakan rampung, Komisi XI DPR RI menggelar rapat internal dan menetapkan Thomas sebagai pejabat terpilih.

Keputusan ini selanjutnya akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (27/1) untuk mendapatkan persetujuan resmi pimpinan DPR.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:03
01:24
05:06
05:26
04:40
04:58

Viral