news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

IHSG Ambruk Dipicu Laporan MSCI, Rosan Desak Otoritas Bergerak Cepat Benahi Transparansi Bursa

Pasalnya, penilaian MSCI merupakan salah satu rujukan utama investor global dalam menentukan arah investasi di pasar keuangan suatu negara.
Kamis, 29 Januari 2026 - 10:03 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menegaskan laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap saham-saham Indonesia harus segera ditindaklanjuti secara serius oleh otoritas terkait.

Pasalnya, penilaian MSCI merupakan salah satu rujukan utama investor global dalam menentukan arah investasi di pasar keuangan suatu negara.

Desakan itu muncul di tengah tekanan hebat di pasar saham domestik. Sejumlah analis menilai laporan MSCI menjadi pemicu utama anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu (28/1/2026). IHSG ditutup terperosok 659,67 poin atau 7,35 persen ke level 8.320,55.

“(IHSG turun) karena trigger-nya dari MSCI yang mengeluarkan report ya. Memang, bursa kita diharapkan lebih transparan lagi. Ini sebetulnya sudah ada, kita harus segera tindak lanjuti ini, karena ini sudah beberapa bulan ya kalau saya lihat. Jadi, ini kita tindak lanjuti segera, karena ini masalah transparansi dan akuntabilitas,” kata Rosan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (29/1/2026).

Meski pasar saham mengalami tekanan tajam, Rosan menegaskan kondisi fundamental emiten-emiten Indonesia masih berada dalam keadaan yang kuat. Namun, ia mengingatkan bahwa persepsi investor global sangat dipengaruhi oleh penilaian lembaga indeks internasional seperti MSCI.

“Fundamental-fundamental dari perusahaan-perusahaan kita ini sangat baik. Tetapi, kita ketahui MSCI adalah acuan dari para investor dunia pada saat dia berinvestasi di negara-negara. Nah, itu tentunya kita harus segera tindak lanjuti mengenai masukan dari MSCI,” ujarnya.

Tekanan di pasar saham bahkan memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada Rabu pukul 13.43 WIB, setelah IHSG anjlok hingga 8 persen. Pada saat itu, IHSG tercatat melemah 718,44 poin atau 8,00 persen ke posisi 8.261,78.

Tak hanya IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut tertekan. Indeks ini turun 67,70 poin atau 7,73 persen ke level 808,41. Setelah dihentikan sekitar 30 menit, BEI kembali membuka perdagangan pada pukul 14.13 WIB tanpa perubahan jadwal.

Pernyataan CEO Danantara itu menegaskan sinyal kuat pemerintah untuk segera merespons catatan MSCI, di tengah upaya menjaga kepercayaan investor global dan menahan gejolak lanjutan di pasar keuangan nasional. (agr)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:56
01:53
05:36
01:17
02:15
07:47

Viral