news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi.
Sumber :
  • ANTARA

Profil Inarno Djajadi, Eks Bos BEI yang Kini Resmi Tinggalkan OJK

Inarno Djajadi resmi mundur dari OJK. Simak profil lengkap dan perjalanan kariernya dari pelaku pasar modal hingga pucuk pimpinan BEI.
Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat (30/1/2026). Pengunduran diri tersebut telah disampaikan secara resmi dan diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

OJK menyatakan bahwa tahapan selanjutnya akan mengikuti mekanisme dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK). Mundurnya Inarno Djajadi menjadi bagian dari dinamika kelembagaan di tubuh regulator sektor jasa keuangan yang berjalan sesuai prinsip tata kelola.

Nama Inarno Djajadi sendiri bukan sosok asing di industri pasar modal Indonesia. Ia dikenal sebagai figur dengan rekam jejak panjang dan pengalaman lintas lembaga, mulai dari perusahaan sekuritas hingga pucuk pimpinan bursa efek.

Latar Belakang dan Pendidikan

Inarno Djajadi lahir di Yogyakarta pada 31 Desember 1962. Latar belakang pendidikannya di bidang ekonomi menjadi fondasi awal yang mengantarkannya meniti karier panjang di sektor jasa keuangan. Dengan bekal akademik tersebut, ia mampu beradaptasi dan berkembang di berbagai posisi strategis dalam industri pasar modal nasional.

Awal Karier di Industri Sekuritas

Perjalanan profesional Inarno Djajadi di pasar modal dimulai pada 1989. Ia mengawali karier sebagai treasury officer di PT Aspac Uppindo Sekuritas hingga 1991. Posisi ini memberinya pemahaman langsung mengenai mekanisme perdagangan efek, pengelolaan dana, serta dinamika transaksi di bursa.

Setelah itu, Inarno dipercaya menduduki jabatan Direktur di PT Aspac Uppindo Sekuritas pada periode 1991–1997. Di fase ini, ia memperluas perannya dari fungsi teknis ke pengambilan keputusan manajerial, sekaligus memperkuat reputasinya di kalangan pelaku pasar.

Kariernya berlanjut sebagai Direktur PT Mitra Duta Sekuritas pada 1997–1999, lalu menjabat Direktur di PT Widari Sekuritas sejak 1999. Pengalaman lintas perusahaan sekuritas ini membentuk pemahaman komprehensif terhadap tata kelola, risiko, serta operasional bisnis pasar modal.

Memimpin Perusahaan Sekuritas dan Lembaga Kliring

Tonggak penting berikutnya terjadi pada 2000–2003, ketika Inarno Djajadi dipercaya sebagai Direktur Utama PT Madani Sekuritas. Jabatan tersebut menempatkannya sebagai pengambil keputusan strategis utama dalam pengelolaan perusahaan, sekaligus memperluas jejaring profesionalnya di industri keuangan.

Selain di perusahaan sekuritas, Inarno juga memiliki peran signifikan di PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Ia tercatat pernah menjabat sebagai direktur utama, komisaris, hingga komisaris utama dalam beberapa periode, yakni 2003–2009, 2010–2013, dan 2013–2016. Kiprahnya di KPEI memperkuat pengalamannya dalam infrastruktur pasar modal, khususnya terkait sistem kliring dan penjaminan transaksi.

Dari Bursa Efek Indonesia hingga Regulator

Puncak karier Inarno Djajadi di sektor pasar modal terjadi saat ia ditetapkan sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Rapat Umum Pemegang Saham pada 29 Juni 2018. Posisi ini menegaskan statusnya sebagai salah satu figur sentral dalam pengelolaan bursa dan pengembangan ekosistem pasar modal nasional.

Sebelum menjadi Dirut BEI, ia juga sempat menjabat sebagai Komisaris BEI pada 2017–2018. Pengalaman di level pengawasan dan eksekutif tersebut melengkapi perspektifnya dalam tata kelola bursa secara menyeluruh.

Di luar BEI, Inarno Djajadi juga pernah mengemban jabatan komisaris di sejumlah lembaga keuangan, antara lain sebagai Komisaris Utama PT Maybank Kim Eng Securities pada 2013–2014 serta Komisaris Utama PT CIMB Niaga Sekuritas pada 2014–2017. Posisi-posisi tersebut semakin menguatkan reputasinya sebagai profesional dengan pengalaman luas di industri jasa keuangan.

Aktivitas Organisasi Profesi

Selain di ranah korporasi, Inarno Djajadi juga aktif dalam organisasi profesi. Ia tercatat sebagai anggota Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) pada 1992–1994. Keterlibatan ini mencerminkan kontribusinya dalam pengembangan profesi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pasar modal.

Mundur dari OJK

Sebelum mengundurkan diri, Inarno Djajadi menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK. Posisi tersebut menempatkannya sebagai tokoh kunci dalam pengawasan aktivitas pasar modal nasional, termasuk instrumen derivatif dan perdagangan karbon.

Pengunduran diri Inarno Djajadi, bersama sejumlah pejabat tinggi OJK lainnya, menjadi sorotan publik karena terjadi di tengah dinamika pasar keuangan nasional. Meski demikian, OJK menegaskan bahwa proses ini berlangsung sesuai ketentuan hukum dan mekanisme kelembagaan yang berlaku.

Dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade di sektor pasar modal, nama Inarno Djajadi tetap tercatat sebagai salah satu figur penting dalam sejarah perkembangan industri keuangan Indonesia. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:20
02:24
03:50
01:11
01:32
00:45

Viral