- Istimewa
Profil Jeffrey Hendrik, Pjs Dirut BEI dengan Rekam Jejak Panjang di Pasar Modal
Jakarta, tvOnenews.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri pada Jumat (30/1). Penunjukan ini dilakukan melalui mekanisme internal dan rapat direksi yang telah disetujui Dewan Komisaris BEI.
Dalam keterangannya, Jeffrey memastikan operasional BEI tetap berjalan normal di tengah dinamika pasar modal yang sedang menghadapi tekanan.
“Pengangkatan ini dilakukan melalui mekanisme internal dan rapat direksi, serta sudah mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris. Kami memastikan operasional BEI tetap berjalan normal,” kata Jeffrey dalam jumpa pers bersama para menteri Kabinet Merah Putih sektor keuangan di kantor pusat Danantara, Sabtu (31/1).
Jeffrey juga menegaskan komitmennya membangun pasar modal Indonesia yang berkelas dunia, tidak hanya dari sisi nilai transaksi, tetapi juga dalam aspek transparansi dan tata kelola.
“Kami mencermati perkembangan terakhir dan harapan dari indeks provider global. Kami sudah berkomunikasi dan menampung masukan tersebut, dan akan kami deliver secepat mungkin,” ujarnya.
Latar Belakang Pendidikan
Jeffrey Hendrik merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Trisakti pada 1995. Pendidikan formal di bidang ekonomi menjadi fondasi awal bagi perjalanan kariernya di industri keuangan dan pasar modal.
Bahkan, setahun sebelum meraih gelar sarjana, Jeffrey sudah memulai kiprahnya di dunia profesional. Hal ini menunjukkan ketertarikannya yang kuat pada sektor keuangan sejak usia muda.
Awal Karier di Dunia Keuangan
Karier Jeffrey dimulai di PT Zone Pratama pada periode 1994–1996. Di perusahaan tersebut, ia memperoleh pengalaman awal dalam dunia usaha dan keuangan yang menjadi bekal penting bagi langkah berikutnya.
Pada 1996, Jeffrey bergabung dengan PT Transpacific Securindo sebagai Corporate Finance hingga 1999. Di posisi ini, ia terlibat dalam berbagai aktivitas pembiayaan perusahaan dan transaksi pasar modal, sekaligus memperluas pemahamannya terhadap mekanisme investasi dan pasar keuangan.
Memimpin Phintraco Sekuritas Lebih dari Dua Dekade
Tonggak penting dalam perjalanan karier Jeffrey terjadi pada 1999 ketika ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas. Ia mengemban posisi tersebut selama lebih dari 20 tahun, tepatnya hingga 2022.
Di bawah kepemimpinannya, Phintraco Sekuritas dikenal sebagai salah satu perusahaan efek yang aktif dalam pengembangan layanan investasi dan edukasi pasar modal. Pengalaman panjang memimpin perusahaan sekuritas ini membentuk reputasi Jeffrey sebagai profesional dengan pemahaman mendalam tentang industri pasar modal Indonesia, baik dari sisi pelaku usaha, investor, maupun regulator.
Aktif di Organisasi Pasar Modal
Selain berkarier di sektor swasta, Jeffrey juga aktif dalam berbagai organisasi yang berkaitan dengan pasar modal nasional. Beberapa peran strategis yang pernah dijalani antara lain:
-
Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI (2019–2020)
-
Pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) di Departemen Perdagangan Efek (2020–2022)
-
Anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2021
Keterlibatan ini memperkuat posisinya sebagai figur yang tidak hanya memahami praktik bisnis, tetapi juga kebijakan, tata kelola, serta arah pengembangan pasar modal nasional.
Masuk Jajaran Direksi BEI
Jeffrey resmi bergabung dengan Bursa Efek Indonesia sebagai Direktur Pengembangan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022. Dalam jabatan tersebut, ia berperan dalam penguatan produk pasar modal, perluasan basis investor, serta peningkatan kualitas infrastruktur perdagangan.
Pengalamannya di sektor sekuritas dan organisasi pasar modal menjadikannya salah satu figur kunci dalam strategi pengembangan BEI, khususnya di tengah upaya memperkuat daya saing bursa Indonesia di tingkat global.
Ditunjuk sebagai Pjs Dirut BEI
Setelah pengunduran diri Iman Rachman sebagai Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Dirut. Salah satu tugas awalnya adalah melakukan komunikasi dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI), khususnya terkait isu transparansi data kepemilikan saham dan tata kelola free float.
Penunjukan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar modal di tengah dinamika global dan domestik, sekaligus memastikan kepercayaan investor tetap terjaga.
Dengan rekam jejak panjang di dunia pasar modal, mulai dari perusahaan sekuritas, organisasi profesi, hingga jajaran direksi BEI, Jeffrey Hendrik kini mengemban tanggung jawab besar memimpin bursa efek Indonesia pada fase penting penguatan tata kelola dan daya saing global. (nsp)